Thursday, 29 June 2017

Serang Mapolsek, Empat Warga Ditahan

Selasa, 21 Maret 2017 — 0:08 WIB
Polsek yang dirusak massa dijaga Brimob

Polsek yang dirusak massa dijaga Brimob

LAMPUNG (Pos Kota) – Polda Lampung menetapkan empat dari lima orang yang diamankan pada Jumat 17 Maret 2017 pasca-pengrusakan Mapolsek Tegineneng sebagai tersangka.

“Empat tersangka udah ditahan. Empat orang ini terbukti ikut melempari dan terlihat di CCTV. Sampai sekarang keempatnya sedang diproses dan dilakukan penegakan hukum sesuai perbuatan, ” kata Kapolda Lampung Irjend Sudjarno di Graha Jurnalis Mapolda Lampung, Senin 20 Maret 2017 sore.

Empat tersangka itu adalah Tomi Saputra alias Tomi (28) dan Reza Pragesta alias Eca (31). Keduanya warga Desa Bumi Agung Dusun Bumu Jaya Kecamatan Tegineneng. Kemudian Weri Herlambang alias Ambang (23) dan Nova Hariyanto alias Nova (32). Keduanya warga Desa Bumi Agung Induk Dusun Bumi Agung Kecamatan Tegineneng. Seluruhnya sementara dikenakan Pasal 170 KUHP sub Pasal 406 KUHP lebih sub Pasal 160 KUHP.

“Dari rekaman CCTV dan dimapping memang cukup banyak, tapi yang sementara kami amankan yah lima orang itu. Kemudian apakah serangan tersebut karena terprovokasi atau isu ? Sedang kami kembangkan. Pengakuan sementara hanya ikut-ikutan dan itupun terus kami dalami. Sedang dikembangkan ke provokatornya, ” lanjut jelas Sudjarno.

Kondisi keamanan Mapolsek Tegineneng dan sekitar sejauh ini disebut Sudjarno sudah kondusif. Langkah antisipatif tetap dilakukan seiring dengan penegakan hukum.

Faktor utama penyerangan Mapolsek adalah penemuan mayat Edi di Bendungan Argoguruh di Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng. Penemuan mayat itu kelanjutan dari penggerebegan yang dilakukan patroli Polsek Tegineneng dilokasi yang dijadikan pesta sabu dalam mobil yang parkir dibendungan tersebut. Ada pengguna yang ditangkap yakni Melli, pengguna yang menceburkan diri yakni Edi dan ada yang kabur yakni anggota Polres Lampung Tengah Agung Nugroho. (Koesma)