Tuesday, 18 September 2018

Duh…Bapak dan Anak Kompak Berkali-kali Perkosa Siswi SMK

Rabu, 22 Maret 2017 — 20:16 WIB
Illustrasi

Illustrasi

BEKASI (Pos Kota)- Bapak dan anak, dituduh memperkosa gadis berusia 16 tahun. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya ditangkap aparat Reskrim Polrestro Bekasi Kota.

Tersangka BR (56) dan DD (22) keduanya menyetubuhi korban di rumah tersangka. BR adalah paman borban, sedangkan DD sepupunya.

Kedua tersangka menyetubuhi korban selama enam tahun, sejak duduk di kelas 5 SD hingga kelas II SMK. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 2010 sampai 2016.

Perbuatan itu dilakukan kedua pelaku secara bergantian di rumah kontrakannya Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi dan di Kampung Bulak Asri Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Kedua tersangka ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar, ditangkap di rumah kontrakannya di wilayah Jakarta Utara. Saat ditangkap, tersangka bersama istrinya.

Adapun kronologis kejadian, berawal tahun 2006 silam, saat korban dibawa dari Bogor dan tinggal di rumah BR. Korban, disekolahkan mulai kelas 5 SD hingga kelas II SMK.

Saat korban duduk di kelas 5 SD, tersangka BR mulai mencabuli korban dengan menggerayangi bagian sensitif tubuh korban. Saat dicabuli, pelaku mengancam akan memukul korban jika tidak melayaninya.

Selang beberapa waktu, perbuatan BR meningkat hingga menyetubuhi keponakannya. Kejadian itu dilakukan berulangkali di bawah tekanan dan ancaman.

Kemudian, saat korban duduk di kelas II SMP tahun 2014, anak BR yakni DD, ikut menyetubuhi sepupunya hingga tahun 2016. Tersangka DD membujuk korban dan mengatakan agar perbuatannya jangan dikasih tahu kepada siapa-siapa.

Setiap berbuat, DD juga mengancam korban dan sering menampar jika hasrat bejatnya tidak dituruti, sama dengan perbuatan bapaknya. Perbuatan itu dilakukan di dua tempat di Kota dan Kabupaten Bekasi di rumah kontrakan tersangka. Sementara istri tersangka BR tidak mengetahui kejadian tersebut, karena tinggal di Jakarta Utara.

Tersangka BR dan DD, tidak mempunyai pekerjaan tetap. Keduanya bekerja serabutan, dan sering tinggal di Bekasi.

Kasus ini ujar Hero, terungkap karena korban tidak kuat lagi, sehingga memberanikan diri menceritakan kepada gurunya di SMK. Kemudian, guru menghubungi orang tua korban di Bogor, dan kasus ini dilaporkan kepada polisi hingga kasus tersebut terungkap.

Pelaku tambah Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Dedy Supriadi, melanggar Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling sedikit lima tahun maksimal 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (saban)