Monday, 11 December 2017

Instruksikan Semua Kader ke Jakarta, PDIP Bantah Saingi Tamasya Al Maidah

Rabu, 22 Maret 2017 — 12:40 WIB
Ketua badan pemenangan Pemilu PDIP DKI, Gembong Warsono.

Ketua badan pemenangan Pemilu PDIP DKI, Gembong Warsono.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua badan pemenangan Pemilu PDIP DKI, Gembong Warsono membenarkan beredarnya surat PDIP yang menginstruksikan anggota struktural yang ada di Indonesia untuk mengirimkan kadernya ke Jakarta memenangkan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta.

Gembong surat yang bersifat rahasia namun bocor di media sosial ini sesuatu yang wajar.

“Karena ini suatu bentuk solidaritas dan semangat gotong royong para kader untuk mengawal pertarungan Pilkada DKI. Makanya untuk kader-kader di luar, memang sudah diharuskan berjuang bersama,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (22/3/2017).

Menurtnya, saat ini, pertarungan pilkada DKI Jakarta telah bergeser, bukan hanya pertarungan dua pasangan calon, tapi juga pertarungan ideologi dan kebangsaan.

“Karena ini bukan lagi pertarungan PDIP atau Ahok-Djarot dengan lawan-lawannya, tapi ini pertarungan ideologi dan kebangsaan,” imbuhnya.

Gembong membantah, instruksi kepada kader di daerah itu sebagai bentuk pengimbangan dari gerakan Tamasya Al Maidah oleh GNPF MUI. Tamasya Al Maidah merupakan gerakan dari relawan GNPF MUI baik dari Jakarta maupun daerah lain untuk mendatangi setiap TPS yang bertujuan mengawal jalannya pemungutan suara.

“Nggak. Kita memaknai pemilukada DKI sama dengan lain. Cuma bobotnya beda karena jadi ibukota negara,” tandas Gembong.

surat instruksi PDIPsurat instruksi PDIP yang beredar di medsos

Sebelumnya beredar surat instruksi yang ditujukan ke pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota/Kabupaten seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan menjaga solidaritas dan terus membangun komunikasi yang baik di antara struktural kader, simpatisan, relawan dan tokoh masyarakat serta tokoh agama di DKI Jakarta dalam upaya pemenangan Pilkada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Surat instruksi itu ditandatangani Bambang DH sebagai Ketua PDIP dan Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, tertanggal 16 Maret 2017. Dalam surat tersebut ada 4 perintah khusus bagi seluruh anggota struktural PDIP: berperan aktif memenangkan Ahok-Djarot, mengutus kader ke jakarta antara 10 Maret-19 April, merapatkan barisan menjalin koordunasi dengan tokoh masyarakat dan agama di DKI, dan ancaman sanksi bagi yang tidak mengindahkan.

(ikbal/sir)