Tuesday, 30 May 2017

Anggota DPR Ini Akan Dikonfrontir dengan Penyidik KPK

Kamis, 23 Maret 2017 — 19:44 WIB
Miryam S Haryani.

Miryam S Haryani.

JAKARTA (Pos Kota) – Tidak puas dengan keterangan anggota Komisi II DPR RI periode 2014-2019 fraksi Hanura, Miryam S Haryani saat jadi saksi di persidangan ketiga kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan KTP elektronik (e-KTP) yang membantah semua isi BAPnya sendiri, majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengkonfrontir Miryam dengan penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

“Saudara Penuntut Umum, ini semua (BAP) dibantah, mungkin akan lebih baik kalau kita melakukan verbal lisan (konfrontir), kapan bisa dihadapkan?,” ujar hakim ketua John Halasan Butar Butar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis, (23/3/2017).

JPU KPK menyatakan siap untuk menghadirkan tiga penyidik KPK yang telah memeriksa Miryam.

Penasehat hukum terdakwa juga meminta izin untuk bisa menghadirkan dua orang saksi untuk dikonfrontir keterangannya bersama Miryam karena kliennya merasa dirugikan oleh keterangan saksi.

“Karena seluruh pemberian dari terdakwa dua ini (Irman dan Sugiharto) diingkari oleh saksi, tentu merugikan terdakwa dua. Saya mohon dikonfrontir dengan beberapa saksi yang saya punya untuk pengantaran uang itu pak Giarto dan pak Joseph, karena dikhawatirkan akan membebankan terdakwa dua ini. Karena jumlahnya cukup besar ya. Saya kira teman-teman dari JPU sekaligus bisa dikonfrontir,” kata penasehat hukum

“Mohon izin yang mulia. Terhadap peristiwa sidang hari ini, saya mencoba dengan perintah majelis akan verbal lisan, kami juga menghargai permintaan penasehat hukum bahwa ada saksi lain yang mendukung tentu kita akan menghadirkan itu di sidang berikutnya,” timpal JPU KPK.

Mendengar kesiapan JPU dan Penasehat Hukum (PH), John Halasan memutuskan kesaksian Miryam dilanjutkan pekan depan untuk dikonfrontir. “Jadi saudara Miryam, ibu harus datang lagi di persidangan selanjutnya untuk diperiksa saudara JPU,” ucap John.

Sebelumnya, Miryam telah mengaku siap jika akan dihadirkan penyidik KPK yang telah memeriksanya untuk membuktikan kebenaran kesaksiannya.

“Ibu ini amggota dewan loh. Anggota dewan terhormat mewakili masyarakat. Kalau nanti didatangkan yang memeriksa gimana?,” tanya haki.

“Silahkan Pak,” tegas Miryam. (Yendhi)