Saturday, 25 November 2017

Kurir Sabu di Depok Divonis 13 Tahun Penjara

Kamis, 23 Maret 2017 — 17:08 WIB
Arman Ariyadi alias Arya yang menjadi kurir narkoba di kawasan Limo Cinere divonis 13 tahun penjara. (anton)

Arman Ariyadi alias Arya yang menjadi kurir narkoba di kawasan Limo Cinere divonis 13 tahun penjara. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Arman Ariyadi alias Arya bin bin Geri Kasim, 37, divonis  13 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, karena secara sah dan terbukti menjadi kurir peredaran narkoba di wilayah Kota Depok.

Vonis itu dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Yulinda T AM, SH didampingi hakim anggota Tri Joko dan Sri Rezeki dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dian Anjari SH, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Kamis (23/3)

Vonis yang dibacakan Majelis Hakim sama dengan tunutan Jaksa Penuntut Umum Dian Anjari yang dilakukan seminggu lalu. Terdakwa Arman Ariyadi alias Arya terbukti bersalah menjadi perantara atau kurir narkoba selama dua bulan untuk menjual, membeli, menerima dan sebagai perantara narkotika golongan 1 yang beratnya melebih 5 gram atau dalam dakwaan barang bukti memiliki sekitar 100 gram narkoba jenis sabu.

Ketua Majelis Hakim, Yulinda T AM, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan banding bila tak menerima putusan tersebut. Namun, terdakwa Arman Ariyadi maupun JPU Dian Anjari menerima putusan tersebut.

Dalam tuntutan sebelumnya, JPU, Dian Anjari SH, mengatakan terdakwa secara berturut-turut menjadi kurir narkoba  atas terdakwa Hamdani (belum tertangkap), Botak (belum tertangkap) dan Bro (belum tertangkap) dengan tugas mengambil dan mengantar narkoba kepada pemesan yang telah ditentukan.

Kegiatan pengiriman dan pengedaran narkoba dimulai sejak akhir awal Agustus 2016 kepada sejumlah pemesan seperti Hamdani, Botak, Bro dan Mr X dengan jumlah narkoba jenis sabu sekitar 10 gram/setiap pengiriman. Kuruan waktu Agustus hingga Oktober 2016 sekitar lima kali pengiriman dengan bayaran Rp 1,2 juta/sekali kirim.

Pengiriman terakhir sebelum tertangkap terjadi 5 Oktober 2016, sekitar Pk. 11 di rumahnya kawasan Perumahan Rivera Hills, RT 05/07, Kel. Maruyung, Limo. Barang bukti narkoba jenis sabu seebrat 99,2 gram yang disimpan di kertas warna coklat diatas meja tamu dan kantong baju saat digeledah petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Sidang akan dilanjutkan minggu depan menunggu putusan majelis hakim. (anton/win)