Friday, 21 September 2018

Jika Kembali Mangkir, JPU KPK Akan Panggil Paksa Miryam

Senin, 27 Maret 2017 — 12:52 WIB
dok

dok

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Irene Putri,  menegaskan, akan melakukan panggilan paksa terhadap saksi mantan Anggota DPR RI komisi II Miryam S Haryani jika tidak hadir dalam persidangan berikutnya.

Hal tersebut dikatakan Irene karena Miryam telah dua kali mangkir untuk memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan korupsi dana pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

“Nanti kita bisa upaya paksa, jadi kalau tiga kali tak hadir kita bisa upaya paksa. Hari ini kedua kali, Kamis, (30/3/2017) yang ketiga,” ujar Irene kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, (27/3/2017).

Ia mengaku tidak menerima surat keterangan sakit dari Miryam sehingga tidak mengetahui yang bersangkutan sakit apa. Namun, ia percaya dengan surat dokter tersebut dan tidak akan melakukan pengecekan lebih jauh.

“Tak ada sakit apa (dalam surat keterangan sakit Miryam), hanya yang bersangkutan sakit dan diperiksa, istirahat selama dua hari, itu saja. Kami percaya dokter,” paparnya.

Sementara menutut Undang-Undang Pasal 224 ayat (1) KUHP bagi siapa saja yang dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa dengan sengaja tidak memenuhi panggilan diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan.
(yendhi/sir)