Tuesday, 25 September 2018

Bosan dengan Puisi Suami Lama-Lama Minta Cerai

Kamis, 30 Maret 2017 — 5:43 WIB
puisi

MESKI hanya modal puisi, Jamal, 49, bisa bikin banyak wanita bertekuk lutut. Tapi istrinya, Tutik, 40, lama-lama bosan dengan puisi-puisi suami, karena pada akhirnya untuk menjerat wanita lain. Ketimbang sebentar-sebentar diprotes orang gara-gara suami, Tutik pun mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Surabaya.

Jamal warga Surabaya Barat ini memang punya kelebihan istimewa. Meski keseharian jadi guru matematika, tapi juga mahir dalam seni sastra. Jika bikin puisi, bikin yang mendengarnya terkesima dan terpesona. Bahkan istrinya sekarang, Tutik, mau dikawini Jamal juga karena puisinya yang mendayu-dayu hingga mencekam ke relung hatinya yang paling dalam.

Sebagai seniman, sebetulnya kelakuan Jamal kadang-kadang urakan dan njelehi. Tapi untuk marah Tutik tidak bisa, sebab dengan puisi-puisi indah yang dibacakan spontan, luruhlah segala kemarahan itu. Bahkan ketika dia sedang ngambek dan mohok ranjang, diserang dengan puisi cinta akhirnya Tutik bertekuk lutut dan berbuka paha juga.

Konyolnya, puisi-puisi cinta itu bukan hanya ditujukan pada dirinya, tapi juga wanita lain termasauk murid-muridnya di SMA. Gila nggak, hanya modal puisi Jamal ini bisa berganti-ganti menggauli sejumlah wanita.

Gara-gara puisi mautnya, Jamal sering jadi saksi dalam sidang perceraian, yang semua itu gara-gara ulahnya. Bahkan bukan sekali dua kali Tutik diprotes orang lantaran suaminya mengganggu istri orang lewat kata-kata dalam puisi.

Penasaran dengan rahasia puisi maut suami, Tutik mencoba mempelajari kata demi kata dan kemudian mencoba belajar. Dan ternyata bisa juga. Dan ketika Tutik mencoba menembakkan puisi itu pada seorang pria lain, ternyata pria itu juga jadi tertarik padanya dan siap menikahi.

Nah, kepalang basah dengan kelakuan suami, Tutik pun siap menikah dengan lelaki itu. Kini dia sedang mengurus perceraiannya dengan Jamal di PA Surabaya. Capek sudah Tutik setiap hari hanya dicekoki puisi, tapi tanpa mampu melawan. (JPNN/Gunarso TS)