Monday, 11 December 2017

Jokowi Minta Pemanfaatan Dana Desa Efektif

Kamis, 30 Maret 2017 — 0:40 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menegaskan Tahun 2017 ini, pemerintah menyalurkan dana desa sebesar Rp60 triliun.

“Pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa pemerintah dari tahun 2015 Rp20,76 triliun, kemudian ditingkatkan lagi Rp46,98 triliun pada tahun 2016,” papar Jokowi dalam pengantarnya saat membuka Rapat Terbatas mengenai Percepatan Pembangunan Desa, di Kantor Presiden, Rabu (29/3).

‬“Namun saya titip pesan, agar penyaluran dan pemanfaatan dana desa tersebut bisa betul-betul efektif , sehingga memberikan manfaat bagi warga di desa terutama pada penurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan,” ucap Presiden.

‪Presiden juga menekankan agar pemanfaatan dana desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tapi juga pada upaya peningkatan produktivitas perekonomian desa serta upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di desa.

‪‬“Tahap berikutnya, saya ingin agar alokasi dana desa digunakan lebih besar lagi untuk pengembangan potensi ekonomi desa, terutama untuk sektor pertanian, perikanan dan industri UMKM di desa,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menegaskan agar pengelolaan dana desa dapat melibatkan partisipasi warga untuk peningkatkan kualitas hidup warga desa, disamping itu, masyarakat juga dapat ikut mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran.

“Dalam pengembangan potensi ekonomi desa, pendekatannya tidak bisa parsial, tidak boleh sektoral, tapi harus betul-betul integratif dari hulu sampai hilir,” ujar Jokowi.

Dikatakan mantan Gubernur DKI ini, ketimpangan antara desa dengan kota merupakan penyebab utama tingginya urbanisasi. Untuk itu, pemerintah pada tahun 2017 akan lebih fokus untuk melakukan percepatan pembangunan desa untuk mengatasi persoalan ketimpangan ini.

“Pada tahun 2017, kita akan lebih fokus untuk mengatasi persoalan ketimpangan, bukan saja ketimpangan antardaerah, ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin, tapi juga ketimpangan antara desa dengan kota,” kata Presiden.

‪Menurut Presiden, persentase jumlah penduduk kota semakin meningkat setiap tahunnya. Ia menjelaskan, pada tahun 2010 tercatat persentase penduduk kota sebesar 49,8 persen. Kemudian tahun 2015 telah meningkat menjadi 53,3 persen dan diprediksi pada tahun 2025 mencapai 60 persen.

‪“Sementara itu, persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen. Hampir dua kali lipat persentase penduduk miskin di kota sebesar 7,7 persen,” ujar Jokowi. (Johara)