Tuesday, 20 August 2019

Sentra Batik di Anyer Diresmikan Bupati Serang

Kamis, 30 Maret 2017 — 13:31 WIB
Sejumlah perajin tengah membuat kain batik di sentra batik anyer yang diresmikan bupati Serang,

Sejumlah perajin tengah membuat kain batik di sentra batik anyer yang diresmikan bupati Serang,

SERANG (Pos Kota) – Sentra perajin Batik Anyer di Kampung Kedaung, Desa Anyar, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, diresmikan Bupati Tatu Chasanah, Kamis (30/3/2017).

Peresmian sentra batik ini diharapkan dapat mengurangi persoalan pengangguran. Hadir dalam acara peresmian, sejumlah pejabat Pemkab Serang, unsur Muspika Anyer, tokoh masyarakat, kepala desa se-Kecamatan Anyer, dan undangan lainnya.

“Kehadiran Batik Anyer ini merupakan bentuk kepedulian tokoh masyarakat dan pengusaha terhadap kondisi di Kabupaten Serang, khususnya di Kecamatan Anyer,” ungkap Ratu Tatu Chasanah.

Dikatakan Bupati, berbagai problem di Kabupaten Serang tidak mungkin seluruhnya diatasi oleh Pemkab Serang. Oleh karenanya, kata Tatu, kehadiran Batik Anyer ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengangguran. “Alhamdulillah ada UMKM yang ikut membantu mengatasi permasalahan di Kabupaten Serang,” terangnya.

Sementara Pembina Batik Anyer, Pramadea dalam sambutannya menyatakan bahwa selain memiliki potensi wisata pantai, kehadiran Batik Anyer juga sebagai salah satu upaya untuk menunjang pariwisata Anyer. “Perajin Batik Anyer ini berasal dari warga sekitar yang sudah dibina. Ke depan warga Kabupaten Serang tak perlu lagi beli batik ke Solo atau Jogja karena kualitasnya sama,” jelasnya.

Dikatakan, Batik Anyer juga akan memberikan pelatihan di sekolah-sekolah. “Sementara untuk wilayah Kecamatan Anyer dan selanjutnya ke kecamatan lain,” katanya.

Di tempat yang sama, Helldy Agustian, Tim Supporting Batik Banten menyatakan bahwa penggagas Batik Anyer ini mulanya adalah Bupati Serang yang ingin mengangkat kembali potensi wisata Anyer.

Helldy mengatakan, batik yang dihasilkan Batik Anyer adalah batik cap dan batik tulis sehingga harganya lebih mahal karena membutuhkan proses panjang. Untuk selembar kain batik tulis membutuhkan waktu 2 minggu sementara batik cap sekitar 3 hari. “Kita tidak memproduksi kain printing bermotif batik,” paparnya. (haryono/win)