Thursday, 22 June 2017

Ditinggal Suami Melaut Mesum dengan Kakak Ipar

Minggu, 2 April 2017 — 5:42 WIB
ipar

NEKAT betul Brigita, 40, dari Sibolga Sumut ini. Suami pergi melaut mencari ikan, dia di rumah cari nikmat bersama kakak ipar, Pohan, 50. Warga yang curiga segera menggerebeknya. Rupanya kalah cepat. Ketika penggerebekan terjadi, skore sudah kadung 1-0 dan Pohan ditemukan ngumpet di kolong tempat tidur. Pasangan mesum itu lalu diserahkan ke polisi.

Berani jadi bini nelayan, harus berani sering kesepian. Sebab nelayan itu lebih banyak hidupnya di laut, sehingga tak bisa ketemu istri 24 jam nonstop. Jika tak berani kesepian, pada akhirnya akan dimanfaatkan oleh petualang asmara yang selalu berkeliaran di sekitar kita. Yang terjadi kemudian, suami banting tulang kerja melawan gelombang samodra, di rumah bini banting-bantingan dengan lelaki lain.

Brigita warga Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Sumut, sejak 15 tahun lalu menikah dengan Togap, seorang nelayan. Namanya juga tukang pencari ikan, Togap lebih sering tidak di rumah, semalaman di tengah samodra mencari ikan. Dia bisa ketemu lama dengan istri hanya di musim barat, di kala Togap istirahat tak mencari ikan karena cuaca yang tidak mengijinkan.

Tapi di luar itu, pasangan suami istri ini sering nampak sendiri-sendiri. Brigita hanya degan anak-anak di rumah, sedangkan suami asyik dengan jala-jala di tengah laut. Kondisi ini makin terasa ketika usia Brigita sudah kepala empat.Ketika dia kedinginan tengah malam, tak ada obat pengusir dingin yang signifikan yang bisa menghilangkan rindu suami itu.

Rupanya kakak ipar Brigita, si Pohan sangat mahir menangkap gejala itu. Melihat penampilan adik iparnya juga masih sangat menjanjikan, sehingga dia terbersit maksud untuk menawarkan solusi. Istilah kata, mana yang ada dulu. Jika suami tak ada, Pohan juga siap menggantikan posisi itu sebagai PLT dengan segala aktivitasnya.

Awalnya Brigita menolak tawaran kakak kandung suaminya itu. Bagaimana kata orang nanti, masak kakak beradik diborong semuanya. Tapi lama-lama tak tahan juga mengusir rasa sepi itu.Ibarat orang ngantuk, kok ini ada yang menyodorkan bantal. Sayang kan kalau ditolak. Maka sekali-sekali ingin mencoba juga.

Maka ajakan mesum kakak ipar itu dilayani juga. Ternyata meski Pohan lebih tua dari Togap, ternyata lebih perkasa, rosa-rosa seperti Mbah Marijan. Brigita pun menjadi ketagihan. Bila biasanya Pohan yang mengajak, kini Brigita yang mengambil inisitip, Tentu saja Pohan senang-senang saja, dasarnya dia memang…..hobi.

Lama-lama warga curiga, ketika Togap melaut kenapa Pohan justru sering mengunjungi rumah Brigita. Penduduk pun bersepakat untuk menggerebek. Rupanya Brigita tak tahu progam warga, sehingga ketika habis melayani Pohan tengah malam, dia disuruh beli rokok ke warung menurut saja.Padahal di sinilah pintu sial itu dibuka.

Warga melihat Brigita beli rokok saat suami tak di rumah, pastilah untuk gendakannya. Maka sekembalinya dari warung rumahnya langsung digedor, diminta menunjukkan di mana Pohan berada.Brigita mengaku tak ada Pohan di sini. Penggeledahan pun dilakukan. Itu dia, Pohan ditemukan ngumpet di kolong ranjang.

Pohan diseret keluar dan bersama Brigita diserahkan ke Polsek Sibolga Selatan. Dalam pemeriksaan keduanya mengaku tidak berbuat. Tapi jika sampai harus ngumpet di kolong ranjang segala, pasti ada niat jahat yang disembunyikan. Maka proses selanjutnya masih menunggu sikap suami, mau terus atau diSP-3 (dihentikan).

Dimaafkan, tapi proses hukum jalan terus. (JPNN/Gunarso TS)