Saturday, 25 November 2017

Anies : Kebhinekaan Tidak Perlu Diperjuangkan

Senin, 3 April 2017 — 23:01 WIB
Suasana dialog kebangsaan bertajuk "Persatuan Indonesia Raya", di Hotel Dharmawangsa

Suasana dialog kebangsaan bertajuk "Persatuan Indonesia Raya", di Hotel Dharmawangsa

JAKARTA (Pos Kota) – Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan sejumlah elite partai politik pengusung dan pendukungnya menghadiri dialog kebangsaan bertajuk “Persatuan Indonesia Raya”, di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017) malam.

Sejumlah tokoh parpol itu antara lain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo, dan Ketum Partai Idaman Rhoma Irama. Mereka duduk satu meja bersama Anies dan Sandi di deretan paling depan.

Selain mereka juga hadir musisi sekaligus mantan calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani, dan Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Dalam acara itu, Presiden PKS Sohibul Iman tampil pertama kali di atas panggung menyampaikan pidato sambutannya. Dia menuturkan fokus yang dibutuhkan saat ini sesungguhnya bukan soal Pilkada semata. “Tetapi terkait keinginan kita semua untuk mengelola dinamika demokrasi agar tidak merusak kita bersama,” katanya.

Dia berharap kebersamaan dan persatuan di Jakarta dapat selalu terjalin meskipun ada perbedaan pilihan pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Terkait itu, ia menyampaikan semoga pidato dan dialog yang dibawakan Anies menjadi perekat persatuan di Indonesia khususnya ibu kota.

“Pertemuan ini menjadi awal dialog itu, yang orisinal sebagai wujud ikhtiar kita dalam persatuan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Anies Baswedan. Dia mengakui, Jakarta butuh persatuan. Namun, menurutnya, kebersamaan di Jakarta sekarang ini belum sampai pada tahap persatuan dari kebhinekaan.

Hal itu karena ada kesalahan konseptual dalam memahami kebhinekaan. “Ada kekeliruan konseptual yakni memperjuangkan kebhinekaan Indonesia. Karena kebhinekaan adalah fakta, maka tidak perlu diperjuangkan, tapi kita jaga kebhinekaannya,” ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lalu menambahkan, upaya menghadirkan persatuan di Indonesia khususnya di Jakarta selain dengan menyamakan pikiran juga harus diiringi tindakan. Seperti, misalnya, dengan membuat tempat publik menjadi sarana persatuan.

“Salah satunya transportasi. Dengan adanya transportasi massal publik yang baik akan ada interaksi, kemudian ada persatuan. Kita sekarang naik mobil sendiri, jalan sendiri karena pemerintah tidak menyediakannya,” imbuhnya. (julian)