Monday, 11 December 2017

DPD Putuskan Tatib, Anggota Tetap Terbelah

Senin, 3 April 2017 — 22:57 WIB
Rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD). (timyadi)

Rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD). (timyadi)

JAKARTA (Poskotanews.com) –Meskipun Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah lama ada, tak banyak warga masyarakat mengenal. Prestasinya pun tidak ada yang tahu kecuali lembaga itu sendiri.

Anehnya mereka justru ribut memperebutkan peraturan mengenai kekuasaan. Mereka beda pendapat soal penafsiran tata tertib yang mengatur mereka. “Ini tak lepas dari soal politik dan ketidaksepahaman di internal DPD,” ungkap anggota DPD asal Aceh Fachrul Razi, Senin malam (3/4/2017).

Dalam rapat paripurna soal tata tertib DPD terbelah dua kubu. Ada yang menginginkan tatib nomor 1/2016 dan tatib nomor 1/2017. Tapi ada juga yang menginginkan tatib nomor 1/2014. Kubu yang ingin Tatib 1/2015 dan 1/2017 menghendaki pimpinan DPD hanya 2,5 tahun. Sedangkan yeng menghendaki 1/2014 kubu yang ingin bertehan dengan jabatannya saat ini.

“Kubu yang mendasarkan pada putusan MA dan kembali pada 1/2014 tak menginginkan ststus kosok ulang pimpinan DPR. Kubu ini ingin tetap berada di status quo,” ujar Fachrul. Dalam mengambil keputusan kubu ini juga terlihat serampangan hingga memicu kemarahan.

“Jelas kubu yang ingin kembali ke tatib nomor 1 tahun 2014. Lihat saja Wakil Ketua DPD GKR Hemas dalam sidang, serampangan dan sekehendak sendiri tanpa melalui mekanisme yang benar,” tegasnya.(us)