Sunday, 18 November 2018

Gas Elpiji 3 Kg Kembali Langka

Selasa, 4 April 2017 — 2:04 WIB
Warga Antri Membeli Gas 3 kg di SPBU Galur, Jakarta Pusat. (deny)

Warga Antri Membeli Gas 3 kg di SPBU Galur, Jakarta Pusat. (deny)

JAKARTA (Pos Kota) – Keberadaan gas 3 kilogram atau gas melon di wilayah Jakarta Pusat, mendadak langka. Sekalipun ada, harganya jauh lebih mahal dari harga pasaran pada hari biasanya.

Harga biasanya Rp18 ribu mejadi Rp25 ribu. “Kami sudah mutar-mutar kemana-mana, tetapi baru dapat di pom bensin (red-SPBU). Itupun harus antre dan dibatasi tidak boleh lebih dari empat,” ucap Yadi, 45, warga Johar Baru, Senin (3/4/2017).

Menurutnya, kelangkaan gas tabung melon sudah terjadi sejak beberapa hari ini. “Kalau saya sendiri memang untuk jualan lagi, tapi dengan kondisi sekarang ini, jangan buat jualan untuk komsunsi pribadi saja sulitnya minta ampun,” tutur Yadi.

Yuni, ibu rumah tangga, mengaku pusing dengan adanya kelangkaan gas 3 kilogram tersebut. Karena, bilapun ada barangnya, ia terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membelinya.

“Ampun dah emang. Gas 3 kilogram yang biasanya Rp18 ribu, sekarang sampe Rp25 ribu. Itu pun barangnya susah banget, harus muter-muter dulu nyarinya,” keluh ibu dari dua anak tersebut.

Pantauan Pos Kota di lapangan, warga hanya mendapatkan gas 3 kilogram dengan harga normal tersebut hanya di SPBU. Tetap untuk mendapatkan itu, mereka harus antre dan tidak dapat membeli dengan jumlah banyak.

Langkanya gas 3 kilogram di Jakarta, mengundang reaksi anggota DPRD DKI. Dewan meminta pemerintah segera mengatasi langkanya gas ukuran tersebut. “Jangan biarkan warga kesulitan mendapatkan gas melon,” tegas Syarief, anggota DPRD DKI.

Ia menduga langkanya gas 3 kilogram lantaran ada permaianan. “Pemerintah harus menjelaskan ke publik, kenapa gas melon mendadak sulit didapat. Ada apa sih?” katanya.(deny/ruh)