Saturday, 25 November 2017

Soal Debat, Anies Mengaku Tidak Perlu ada Tim Hore

Selasa, 4 April 2017 — 1:13 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. (julian)

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Presenter Ira Koesno kembali menjadi moderator dalam debat putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (12/4/2017). Salah satu peserta debat, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyampaikan harapannya.

Namun, Anies tidak secara khusus menyinggung keputusan kembali dipilihnya Ira Koesno sebagai moderator. Saat dimintai tanggapan soal itu, Cagub bernomor urut 3 itu justru mengomentari soal format debat.

“Mudah-mudahan benaran debatnya, bukan cuma parade pertanyaan dan parade jawaban. Karena kita berharap ada dialog, dan mudah-mudahan formatnya nanti memungkinkan dialog,” katanya, di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lantas meminta substansi dalam debat didasarkan bukan pada adu seru dan sorak-sorai pendukung. Bahkan ia menyarankan dalam debat nanti tidak perlu ada ‘tim hore’ atau pendukung yang dihadirkan.

“Bawa tim hore itu kalau substansinya agak bermasalah. Kalau substansinya nggak bermasalah, sih enggak perlu bawa tim hore kok,” ujarnya.

“Karena itu, menurut kami, lebih baik diskusinya substansi, diskusinya konten, dan biarkan teman-teman pendukung menonton di berbagai tempat,” imbuhnya.

Dalam debat nanti, rencananya KPU DKI Jakarta juga memberikan format baru. Yakni menghadirkan dialog langsung antara warga Jakarta dengan peserta debat atau paslon cagub dan cawagub DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Mengenai hal itu, Anies mengaku siap menghadapinya. Asalkan ada objektivitas dan netralitas sehingga dialog yang dihadirkan tidak menjadi bias.

“Yang penting ada objektivitas, dan netralitas. Objektif dan netral dua hal yang berbeda ya. Ada objektif dan ada netral. Kalau itu ada, insya Allah aman,” tuntasnya.

Debat akan bertemakan kesenjangan dan keadilan sosial, penegakan hukum dan tambahan tentang demografi. Sub tema adalah transportasi, hunian, reklamasi, pelayanan publik tentang pendidikan dan kesehatan serta dunia usaha termasuk usaha kecil kelas menengah.

Selain Anies, peserta debat adalah pasangan Anies, cawagub Sandiaga Uno, dan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur petahana atau nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Debat kembali digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. (julian)