Saturday, 17 November 2018

Ahok: Jika Tuhan Tak Izinkan Saya jadi Gubernur…

Rabu, 5 April 2017 — 17:38 WIB
Warga berebut mendekati Ahok yang berkunjung ke Gandaria  Jakarta Selatan

Warga berebut mendekati Ahok yang berkunjung ke Gandaria Jakarta Selatan

JAKARTA (Pos Kota) – Ada kesan pasrah menghadapi Pilkada DKI Jakarta putaran kedua saat calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak memanfaatkan kesempatan berkampanye secara maksimal. Pada masa kampanye putaran dua, Ahok lebih banyak mengunjungi warga yang tengah sakit ketimbang blusukan mengajak warga memilihnya seperti kampanye sebelumnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini berdalih kunjungan ke warga yang sakit dilakukan untuk mengecek pelayanan kesehatan warga, yakni program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH). Ahok mengaku jika tidak terpilih kembali sebagai gubernur, paling tidak dia sudah membenahi sistem layanan kesehatan di Jakarta dengan baik.

“Saya mikir ginilah, ini kan waktu sangat pendek, misalnya kalau Tuhan ga ijinin saya jadi gubernur, saya tetap jadi gubernur sampai Oktober. Berarti saya harus beresin kesehatan ini. Supaya sistem sudah ada, itu yang penting,” katanya di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Mantan politisi Gerindra dan Golkar ini ingin meninggalkan kesan yang positif jika tidak menjabat kembali. Dengan peninggalan yang baik, orang akan tetap mengingat jasanya. Ahok juga sempat menyinggung beberapa hasil survei yang mengunggulkan pesaingnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Jadi pejabat itu yang penting itu bukan jadinya. Yang paling penting setelah kamu tidak jadi, kamu ninggalin apa. Kalau dari survei, justru saya pasti kalah, katanya gitu,” pungkas Ahok.

Saat ini Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat masih harus berpacu dengan pasangan Anies-Sandi untuk memperebutkan kursi DKI 1. Warga Jakarta akan memutuskan pada 19 April mendatang, apakah menginginkan gubernur baru atau memberi kesempatan petahana untuk menyelesaikan program kerjanya. (ikbal)