Monday, 19 November 2018

Kebakaran di Teluk Gong, 500 Jiwa Mengungsi Akibat Rumah Hangus

Rabu, 5 April 2017 — 20:36 WIB
Lurah Pejaganan saat mendistribusikan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Gusti. (wandi)

Lurah Pejaganan saat mendistribusikan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Gusti. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) –Kebakaran melanda Kampung Gusti, Jalan Teluk Gong, Gang Kaleng, RT 10/15 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (5/4/2017). Sebanyak 500 jiwa dari 121 kepala keluaraga (KK)  terpaksa mengungsi akibat rumah tinggalnya hangus terbakar.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang menghangus sebanyak 129 rumah yang terdiri dari 29 rumah pribadi dan 100 kontrakan, Rabu (5/4).

Dalam peristiwa itu tercatat ada dua warga yakni Abdul Rahman dan Rudi, sempet menjalani perawatan karena mengalami luka-luka ringan akibat kesetrum dan terjatuh. Namun, saat ini kedua korban itu setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit saat ini diperbolehkan pulang kerumahnya.

Lurah Pejagalan, Yogara Fernandes, mengakui ratusan warganya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut.

“Ratusan warga saat ini sudah berada di lokasi pengungsian sementara yang lokasinya tak jauh dari lokasi yakni di di lapangan tenis Perumahan Taman Permata Indah II. Selain itu berbagai bantuan juga sudah mulai berdatangan,” kata Yogara Fernandes.

Lurah menambahkan, hingga saat ini, dari informasi sementara kebakaran akibat korsleting listrik dari rumah salah satu kontrakan milik korban. Kebakaran tersebut berlangsung cepat. Api cepat meluas lantaran bangunan kontrakan sebagian besar terbuat dari kayu.

Sementara itu Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, menambahkan dalam musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Gusti ini pihaknya menerjunkan sebanyak 16 unit mobil DPK. Dalam waktu kurang dari dua jam kobaran api itu berhasil di jinakkan.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun dua orang mengalami luka akibat kesetrum dan terjatuh. Sedangkan kerugian sendiri hingga saat ini belum dapat ditafsir,”terang Satriadi Gunawan. (ilham/wandi/m10/win)