Saturday, 25 November 2017

Plafon Ruang Kelas SDN Ambrol, Belajar-Mengajar Pindah

Rabu, 5 April 2017 — 13:16 WIB
Kondisi plafon ruang kelas VI A SDN Sawangan 2 di lingkungan RW 02, Kel. Sawangan yang ambrol akibat kontruksi baja ringan abal-abal. (anton)

Kondisi plafon ruang kelas VI A SDN Sawangan 2 di lingkungan RW 02, Kel. Sawangan yang ambrol akibat kontruksi baja ringan abal-abal. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Atap atau plafon ruang kelas 6 A Sekolah Dasar (SD) Sawangan 2, RW 02 Sawangan ambrol dan kelas 6 B kondisinya nyaris ambruk.

Kegiatan belajar-mengajar sekitar 200 murid di dua ruang kelas VI dan dan dua kelas V di lantai dua terpaksa dipindah ke lantai dasar.

“Ambrolnya plafon kelas VI A baru diketahui sekitar Pk. 06:30 saat petugas penjaga sekolah ingin membuka pintu ruang kelas,” kata Tamit, penjaga sekolah SDN Sawangan 2, Tamit, Rabu (5/4/2017).

Ambrolnya plafon kemungkinan terjadi Selasa malam sekitar Pk. 18:30 atau 19:00 saat itu hujan disertai angin di wilayah Kota Depok.

“Saya sendiri tak tahu sama sekali karena diketahui atap plafon kelas VI A ambrol tadi pagi saat ingin membuka ruang kelas, ujarnya yang langsung melaporkan hal itu kepada  Kepala SDN Sawangan 2, Yeni Kusdiani.

Kondisi plafon ruang kelas diduga tak kuat menahan beban plafon yang terbuat dari harbot bahan dasar semen. Untuk ruang kelas VI B kondisinya juga hampir sama disejumlah titik sudah terlihat bengkok sehingga ruang tak dipergunakan belajar, tuturnya yang khawatir suatu waktu dapat ambrol termasuk ruang kelas V A dan V B terlebih bahan baku baja ringan terlalu ringan dan lembek tak keras.

Pengamatan Pos Kota, ambrolnya plafon ruang kelas VI A SDN Sawangan 2 karena bahan baku yang dipergunakan untuk menutup atap plafon ruang kelas menggunakan besi baja ringan terkesan asal jadi dan tak berkualitas atau abal-abal karena terlalu ringan atau lentur.

BELAJAR DI LANTAI

Sementara itu, Kepsek SDN Sawangan 2, Yeni Kusdiani, mengakui bahwa ruangan kelas VI A kondisinya ambrol dan ruang kelas VI B ada beberapa yang terlihat bakal ambruk juga suatu waktu sehingga sekitar 200 murid dua kelas V dan dua kelas VI terpaksa diungsikan ke ruang kelas 1, 2 dan 3 di lantai dasar.

“Ini musibah kami pun tak tahu kronologis kejadian karena saat ambrolnya plafon diduga terjadi usai hujan disertai angin Selasa petang (4/4),” tuturnya yang mengaku kejadian itu sudah dilaporkan ke UPT Disdik Kec. Sawangan, lurah dan camat Sawangan serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Gedung sekolah SDN Sawangan 2 ini dibangun sekitar tahun 2011 – 2012 lalu karena saat dirinya menjai Kepsek SDN Sawangan 2 tahun 2015 sudah berdiri, imbuhnya yang mengaku beruntung saat ambrolnya plafon ruang kelas tidak ada kegiatan belajar mengajar. “Untuk djawal belajar memang diatur mulai Pk. 07:00 untuk kelas 1, 2 dan 3 sekitar Pk. 10:00 untuk belajar kelas IV, V dan V.

Kondisi hujan dan angin kencang yang terjadi Selasa petang (4/4) tak hanya membuat atap plafon ruang kelas VI A saja ambrol tapi juga dibagian atap teras lantai juga rusak. Bahkan, ruang guru di SDN Sawangan 3 bagian genteng rusak dan pecah akibat tertimpa pohon aksia yang ada di pinggir Jl. Raya Muhtar, Sawangan. “Kami juga sudah melaporkan kerusakan ini ke UPT Sawangan dan Disdik Depok,” ujar Nunung, salah satu guru di SDN Sawangan 03.

Sedangkan, Wakil Walikota Pradi Supriatna kepada Pos Kota, menegaskan pihak Disdik harus tangani secepatnya kalau perlu dicek dan diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan siswa bisa bersekolah dengan aman serta tenang.

“Saya belum bisa cek ke sekolah karena ada rapat Paripurna di DPRD Depok,” tuturnya yang telah meminta Disdik setempat mengecek dan mengantisipasi masalah tersebut.

(anton/sir)