Friday, 24 November 2017

Tesla Geser General Motors Sebagai Produsen Mobil Termahal AS

Rabu, 5 April 2017 — 21:32 WIB
Tesla menjual 25.000 mobil listrik dalam kuartal pertama 2017, yang merupakan rekor penjualannya.

Tesla menjual 25.000 mobil listrik dalam kuartal pertama 2017, yang merupakan rekor penjualannya.

AMERIKA– Industri mobil listrik Tesla menggeser posisi General Motors sebagai produsen mobil yang paling berharga di Amerika Serikat.

Berdasarkan kapitalisasi pasar -atau total nilai saham yang terdaftar di bursa saham- pada Selasa (04/04), nilai Tesla mencapai US$52,5 miliar, melampaui nilai GM sebesar US$49,6 miliar.

Posisi Tesla kini berada di peringkat tiga produsen mobil dunia, di bawah Volkswagen dari Jerman dan Toyota asal Jepang.

Sehari sebelumnya Tesla mengatakan berhasil menjual 25.000 mobil listrik dalam kuartal pertama 2017, yang sekaligus merupakan rekor penjualannya.

Harga saham Tesla naik 7% pada Senin (03/04) dan naik 1% lagi sehari kemudian sehingga mencapai rekor tertinggi USĀ£300 atau sekitar Rp4 juta untuk satu saham pada Selasa tengah hari.

Bagaimanapun angka penjualan Tesla masih jauh di bawah GM, dengan 550.000 mobil pada kuartal pertama 2017.

Tesla merupakan pelopor untuk mobil bertenaga baterai dan para investor memperkirakan pertumbuhannya yang pesat di masa depan.

Musim panas tahun ini, perusahaan yang bermarkas di California ini akan memulai produksi jenis Model 3, yang dirancang sebagai mobil listrik untuk pasar massal dengan harga terjangkau.

Bos Tesla, Elon Musk, merupakan pimpinan dan pendiri Space X -yang merencanakan bisnis perjalanan ke ruang angkasa dengan menggunakan roket yang bisa digunakan berulang kali.

Saat ini Tesla juga sedang memperluas produksi baterai untuk pengunaan rumah tangga dan gedung komersial dengan pabrik senilai US$5 miliar yang sedang dibangun di Nevada.

Bulan lalu, Tencent Holdings Limited asal Cina membeli 5% saham Tesla, yang dianggap sebagai ‘lambang keyakinan’ atas produsen mobil listrik tersebut.
Ketika menggeser nilai Ford, Senin (03/04), muncul pandangan bahwa nilai perusahaan yang baru berusia 14 tahun ini ‘melebihi nilai sebenarnya’ dan Musk menanggapi dengan menulis pesan di Twitter.

“Tesla secara tidak masuk akal melebihi nilainya jika didasarkan pada masa lalu, tapi itu tidak relevan. Nilai saham mencerminkan aliran tunai pada masa depan yang disesuaikan dengan risiko,” jelasnya.(BBC)