Saturday, 22 September 2018

Pertumbuhan Ekonomi RI Tiga Besar Dunia, Jokowi Jangan Bangga

Kamis, 6 April 2017 — 19:31 WIB
Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi jangan bangga dulu dengan sering menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk tiga besar dalam kelompok 20 (G-20), setelah China dan India. Sebab ada fakta yang menjelaskan, pendapatan penduduk kita masih rendah.

“Presiden Jokowi jangan bangga. Sebab pendapatan perkapita penduduk Indonesia masih rendah, dan kita masuk tiga besar dalam G-20 karena jumlah penduduk terbesar di dunia,” demikian disampaikan Menteri Keuangan di Era Orde Baru Fuad Bawazier, di Jakarta, Kamis (6/4).

Fuad mencontohkan Singapura merupakan negara dengan jumlah  penduduk yang sedikit, tapi pendapatan perkapita penduduk Singapura beberapa kali lipat penduduk Indonesia.

“Tetapi mengapa pertumbuhan ekonomi Singapura tidak masuk negara G-20. Sebab itu, kita jangan bangga terlebih dahulu atas pertumbuhan ekonomi kita masuk tiga besar negara G-20, apalagi tingkat kesenjangan ekonomi kita masih tinggi,” papar Fuad.

Terkait pertumbuhan ekonomi pemerintahan Jokowi di RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) di Tahun 2018 sebesar 5,6 persen, Fuad menambahkan target tersebut sebenarnya realistis dan dapat dicapai.

“Namun dengan syarat Pak Jokowi harus memperbaiki birokrasinya, dari mulai tingkat kelurahan. Sebab untuk membuat surat domisil usaha di kelurahan saja masih dipersulit,” papar Fuad.

Ia mengatakan terungkapnya praktik pungli di tingkat pelayanan masyarakat oleh Tim Sapu Bersih Pungli menunjukkan birokrasi belum seperti yang kita harapkan, atau pelayanan masyarakat masih ada yang berorientasi uang, dan ini akhirnya menghambat dunia usaha.

“Potensi pertumbuhan ekonomi kita tinggi,dan target pertumbuhan ekonomi di Tahun 2018 bisa tercapai kalau kita bisa memperbaiki pelayanan birokrasi,” papar Fuad. (Johara/win)