Monday, 19 November 2018

Ada Parkir Off Street, Pemilik Ruko Protes ke Pengembang PIK

Sabtu, 8 April 2017 — 12:05 WIB
Pemilik dan pekerja di Komplek Ruko Crown Golf dan Cordoba melakukan aksi unjuk rasa damai menolak pemberlakuan tarif parkir off street di Jalan Marina Indah, Penjaringan, Jakarta Utara. (Ilham)

Pemilik dan pekerja di Komplek Ruko Crown Golf dan Cordoba melakukan aksi unjuk rasa damai menolak pemberlakuan tarif parkir off street di Jalan Marina Indah, Penjaringan, Jakarta Utara. (Ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengembang menerapkan secara sepihak parkir off street, pemilik dan karyawan Ruko Crown Golf dan Cordoba Pantai Indah Kapuk (PIK) berunjuk rasa di depan kantor pemasaran pengembang Pantai Indah Kapuk, di Jalan Marina Indah, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Aksi tersebut sebagai wujud protes kepada pengembang yang melakukan kebijakan sepihak dengan memberlakukan parkir ‘Off Street’ dengan tarif Rp 5-10 ribu untuk kendaraan bermotor pengunjung ruko yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan Mall PIK Avenue itu.

Aldi, 38 salah karyawan ruko meminta agar kebijakan pemberlakukan parkir tersebut dikembalikan menjadi ‘On Street’ agar tidak semakin menggerus jumlah pengunjung yang mendatangi pusat kuliner dan jasa di dua komplek ruko itu.

“Dampak dari kebijakan parkir off street itu membuat usaha para pemilik ruko turun drastis. Minimal 30% omset turun, ada juga yang mencapai 70%, bahkan ada yang gulung tikar alias tutup rukonya,” ujar Aldi, Sabtu (8/4).

Dikatakan, pihaknya bersama para perwakilan paguyuban pemilik ruko sudah berulang kali mencoba untuk berdialog dengan pengembang kawasan hingga lima kali sejak dua tahun yang lalu namun tak juga membuahkan hasil yang bisa diterima dua belah pihak.

“Kami harap kebijakan yang diberlakukan tanpa adanya sosialisasi secara komprehensif ini bisa diubah, apalagi dalam pelaksanaan penarikan tarif parkirnya juga menggunakan pihak ketiga outsourcing yang tidak beres pengelolaannya,” jelasnya.

Ia meminta kebijaksanaan dari pengembang agar bisa mendengarkan aspirasi para pemilik ruko serta para karyawannya yang melakukan aksi unjuk rasa damai di pinggir jalan.

“Kita buka usaha ruko juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, tapi kalau tarif parkir diberlakukan seperti ini tidak sesuai dengan klausul pembelian awal ruko yang ada omset kami terus menurun, merugi, bahkan bisa tutup usaha,” katanya.

Padahal, keberadaan dua komplek ruko yang jumlah unitnya mencapai ratusan itu sangat berkontribusi positif dalam menggerakkan pusat kegiatan di Komplek PIK 1.

“Sebagai pengembang kami harap mereka melihat kondisi real pengusaha ruko yang meramaikan PIK selama ini. Kalaupun ada kebijakan baru selayaknya dirembukkan dan dicari solusi bersamanya, jangan langsung diberlakukan begitu saja,” jelasnya.(Ilham/win)