Monday, 16 September 2019

Dikabarkan Diculik, Bocah 3 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai

Minggu, 9 April 2017 — 11:06 WIB
Petugas Reskrim Polsek Serang Kota saat mengevakuasi mayat dari Cibanten. (haryono)

Petugas Reskrim Polsek Serang Kota saat mengevakuasi mayat dari Cibanten. (haryono)

SERANG (Pos Kota) – Sempat diberitakan hilang, Hakim,  bocah berumur tiga tahun ditemukan tidak bernyawa di Sungai Cibanten, Kp Baru, Desa Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahad (9/4/2017) sekitar pukul 07.30. WIB.

Ketika ditemukan mayat korban tersangkut sampah ranting pohon dalam kondisi sudah membusuk. Untuk proses penyelidikan, anak dari pasangan Wawan dan Asiah ini dilarikan ke RSUD dr Drajat Prawiranegara di Kota Serang.

Diperoleh keterangan, bocah yang sempat dikabarnya diculik oleh pria berkendaraan motor ini diketahui warga setempat. Penemuan itu segera dilaporkan ke Mapolsek Serang Kota. Berbekal dari laporan itu, Kanit Reskrim Iptu Juwandi bersama anggotanya dan petugas forensik RSUD dr Drajat Prawiranegara langsung bergerak ke lokasi.

Oleh petugas forensik, mayat bocah yang tersangkut di sampah dedahanan Sungai Cibanten ini langsung dievakuasi. Setelah dilakukan visum, petugas segera membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan untuk mencari tahu kepastian sebab-sebab korban meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Serang Kota, Iptu Juwandi ketika dikonfirmasi mengatakan setelah dilakukan identifikasi mayat tersebut ternyata Hakim, bocah yang sempat dilaporkan hilang oleh kedua orang tuanya pada Jumat (8/4). Dalam laporannya itu, Wawan mengaku terakhir kali melihat sang anak pada Kamis (7/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena hingga malam hari tak kunjung ditemukan, orang tua korban melaporkan ke Mapolsek Serang Kota.

Dari keterangan yang didapatnya, kata Juwandi, korban terakhir kali dibawa oleh ibunya, sementara pada saat itu bapak korban masih tidur. Kanit juga menjelaskan kondisi ibu korban memang diketahui mengidap gangguan jiwa.

“Kami belum mengetahui apakah korban terpeleset masuk sungai saat main atau memang sengaja diceburkan oleh ibunya yang sakit jiwa. Semuanya masih kita selidiki. Rumah orang tua korban memang berada dipinggiran sungai,” kata Juwandi dihubungi melalui telepon.

(haryono/sir)