Monday, 01 May 2017

Jangan Banyak Berdebat Perbaiki Sekolah Ambruk

Senin, 10 April 2017 — 6:09 WIB

GEDUNG Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pademangan Timur di Jalan Pademangan Timur, Jakarta Utara, Sabtu (8/4/2017), tiba-tiba ambruk. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa dan luka, tetapi sempat membuat kaget warga sekitar.

Ambruknya gedung sekolah yang banyak diminati warga untuk menimba ilmu ini ternyata akibat kondisi bangunan yang memang sudah reot. Maklum, gedung sekolah favorite ini dibangun sejak tahun 1976, namun selama rentang waktu itu tidak pernah disentuh renovasi.

Terhadap gedung sekolah lapuk ini, pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara mengklaim sudah bolak-balik mengusulkan rehab total, tetapi entah karena apa pejabat-pejabat yang berwenang tidak segera meluluskan. Akibatnya, keburu ambruk. Padahal, semua tahu bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta sangat besar. Tercatat pada tahun 2017, APBD DKI Jakarta tembus Rp70,1 triliun.

Wajar saja bila terkait adanya gedung sekolah ambruk aneka pertanyaan disodorkan publik ke Pemprov DKI Jakarta. Sebab bila mengacu pada amanat Undang Undang (UU) Nomor 20/2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan, mewajibkan 20 persen dari total APBD harus dialokasikan untuk pendidikan.

Bila mengkalkulasi APBD Pemprov DKI Jakarta yang mencapai Rp70 triliun lebih, seharusnya alokasi anggaran untuk pendidikan berlimpah. Apalagi Dinas Pendidikan DKI Jakarta kabarnya sudah mengalokasikan anggaran pendidikan pada tahun ini mencapai 27,7 persen dari nilai total APBD. Pertanyaannya, kenapa masih banyak gedung sekolah di ibukota yang tidak layak dan malah ada yang ambruk, karena lapuk.

Tidak bermaksud menyalahkan siapa dan mencari kambing hitam, potret gedung sekolah ambruk, bukti pembangunan pendidikan terutama yang menyangkut tersedianya sarana dan prasarana memadai masih ada kendala. Meski anggaran pendidikan besar, nyatanya banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Di Jakarta, misalnya, hingga kini sekolah rusak baik ringan, sedang, maupun berat tersebar di mana-mana.

Rapuhnya gedung sekolah tentu mengganggu proses belajar mengajar. Selain itu, kondisi ini juga mengancam keselamatan siswa dan guru. Karena itu, tidak ada salahnya bila semua pemangku kepentingan (stakeholder) kini lebih fokus memikirkan hal ini.

Eksekutif dan legislatif jangan banyak berdebat, bergeraklah cepat mengaudit seluruh gedung sekolah yang tak layak dan segera memperbaiki. Dengan sekolah layak, tentu bisa tercipta proses belajar mengajar yang tenang dan nyaman.

Ingat, Jakarta yang nota bene ibukota negara tidak seharusnya ada gedung sekolah negeri yang reot maupun lapuk. Apalagi Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran yang fantastis. Malu ah, ini Jakarta Bung. @*