Thursday, 21 September 2017

ICW Mengutuk Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 — 9:38 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan saat menuju ruang pemeriksaan sidang Tipikor E-KTP, Kamis (30/3/2017). (yendhi)

Penyidik KPK Novel Baswedan saat menuju ruang pemeriksaan sidang Tipikor E-KTP, Kamis (30/3/2017). (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota)-Indonesia Corruption Watch mengecam keras teror terhadap Novel Baswedan dan meminta negara bertanggungjawab mengusut dan menangkap pelakunya. Hal itu diperoleh dari keterangan pers ICW yang diterima poskotanews.com.

Menurut ICW, dengan kasus ini upaya pemberantasan korupsi kembali menghadapi ujian berat. Novel Baswedan, penyidik senior KPK mengalami teror dan serangan fisik disiram air keras di bagian wajahnya. Teror terhadap Novel sudah beberapa kali dilakukan.
ICW menduga aksi serangan terhadap Novel kali ini berkaitan erat dengan kasus korupsi e-KTP yang tengah diusut KPK.

(Baca: Ternyata Tidak Sekali Ini Saja Novel Baswedan Diteror)

“Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti,”demikain rilis ICW.

Karena praktek kekerasan atas personel KPK telah dilakukan berulang kali, ICW menuntut kepada Presiden Jokowi dan Kapolri untuk mengambil sikap tegas dengan mengusut pelakunya serta menyeretnya ke proses hukum. Masyarakat Indonesia perlu tahu siapa dalang dibalik aksi teror yang dilakukan kepada Novel Baswedan. Presiden Jokowi dan Kapolri juga harus meningkatkan upaya untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapapun yang bekerja untuk melawan korupsi di Indonesia.(julian)