Wednesday, 21 November 2018

Iklan Kampanye Ahok-Djarot Disebut Hancurkan Kebhinekatunggalikaan

Selasa, 11 April 2017 — 20:46 WIB
dukung Ahok-Djarot

JAKARTA (Pos Kota) – Iklan kampanye pasangan calon Gubernur Ahok-Djarot telah menghancurkan kebhinekatunggalikaan. Beberapa tokoh menilai, jangan-jangan isu SARA yang selama ini berkembang juga hasil rekayasa tim tersebut.

Wakil Ketua Badan Pengawas dan Disiplin DPP Gerindra, Fauka Nurfarid yang mengaku prihatin dengan iklan yang meruntuhkan kebhinekatunggalikaan.

Pasalnya, melalui iklan tersebut malah memperlihatkan munculnya perpecahan di Indonesia. ” Saya sangat prihatin dan menyayangkan atas iklan terwebut. Karena di sisi bhinekatunggal Ika terlihat sangat berlawanan,” katanya, Selasa (11/4).

Menurutnya, dalam iklan kampanye itu terlihat orang pakai peci. Namun, baju yang digunakan orang tersebut dibelakangnya malah terdapat tulisan Ganyang Cina. “Itu yang tidak baik, padahal kan di negara kita ini semua warganya berasal dari multi etnis yang hidup rukun dan damai dengan perbedaan yang ada,” ungkap Fauka.

Atas munculnya iklan tersebut, ia malah menduga selama ini isu SARA yang berkembang dan semakin liar berasal dari oknum-oknum itu juga. Pasalnya, upaya untuk merusak kebhinekaan semakin terlihat dengan kerap mengadu domba berbagai persoalan yang dipadukan dengan isu SARA. “Bukan tidak mungkin isu yang selama ini berkembang juga diciptakan oleh mereka, sebagai upaya memecahkan belah,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Fauka, bila memang ingin bertarung dalam memperebutkan kursi DKI Jakarta, sebaiknya dilakukan dengan cara elegan. Jangan sampai hanya karena masalah Pilkada DKI, Indonesia malah hancur atas berbagai permasalahan yang selama ini ditimbulkan. “Kalau kita mau bertarung, lakukan secara jujur dan sportif jangan membuat video dan iklan yang menyinggung orang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar di media sebuah iklan kampanye yang dilakukan oleh pasangan nomor urut dua. Dalam iklan yang menggambarkan kerusuhan tahun 1998 itu, terlihat menyudutkan beberapa pihak. Dan munculah sosok Basuki Tjahaja purnama yang siap untuk memberikan perubahan di Jakarta. (Ifand)