Monday, 24 July 2017

Ini Aksi Heroik Aiptu Sunaryanto, Gagalkan Penodongan Ibu dan Bayi

Selasa, 11 April 2017 — 9:04 WIB
AIPTU Sunaryanto

AIPTU Sunaryanto

AIPTU Sunaryanto, 44, merupakan pahlawan yang ada di kehidupan nyata. Aksi heroiknya dalam menyelamatkan ibu dan anak yang disandera didalam angkutan kota T 25 (Pulogebang-Rawamangun), membuat ia mendapat pujian dari berbagai pihak.

Jiwa patriotisme sebagai anggota kepolisian, yang membuat ia rela menghalalkan segala cara untuk menyelamatkan warga, yang tengah dalam ancaman. Hal itu yang dilakukannya saat berupaya menyelamatkan nyawa Risma Oktaviani, 27, dan anaknya Daffa, 2, saat pisau ditempelkan dileher ibu muda itu.

Awalnya, ketika akan berangkat ke kantornya di satuan wilayah Lantas Polres Jakarta Timur. Ia tak ada firasat apapun. Berangkat dari rumahnya dari kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Kala itu akan bertugas jaga karena piket malam. “Nggak mikir apa-apa, kan biasa mau berangkat dinas,” katanya, Selasa (11/4/2017).

Dengan mengendarai sepeda motor, Jalan I Gusti Ngurah Rai yang menjadi jalurnya. Namun, ketika melintas di kawasan tersebut, ia pun dikejutkan dengan aksi penodongan di dalam angkot. Karena kalau itu belum ada petugas kepolisian, ia pun mencoba untuk melakukan pemeriksaan. “Tapi begitu dilihat, tahu-tahu pemandangannya sangat mengerikan. Karena ada ibu yang gendong anak ditodong pisau,” ujarnya.

Awalnya, kata Aiptu Sunar, ia mencoba menenangkan lokasi yang ada, karena saat itu sekitar ratusan warga tumpah di jalan. Setelah itu, ia pun mencoba melakukan negosiasi dengan pelaku yang kala itu sudah mengalungi pisau di leher Risma. “Si pelaku itu saya ajak ngomong, saya juga minta dia untuk tenang. Hampir 30 menit saya negosiasi dengan pelaku sambil duduk di depan pintu naik angkot,” ceritanya.

(Baca: Ini Pengakuan Penyandera Ibu dan Balita di Angkot)

Hingga akhirnya, begitu melihat kesempatan, ia pun berupaya melumpuhkan pelaku. Kala itu senjata yang ditembakkan, diarahkan ke lengan kanan pelaku. Tujuannya agar tangannya yang memegang pisau terluka dan pisau terlepas.

“Alhamdulillah, saya dikasih rejeki sama Allah, semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Usai melumpuhkan Hermawan, Aiptu Sunar langsung menarik ibu dan anak untuk diselamatkan. Melihat sudah aman, ia pun langsung memegangi pelaku yang kala itu sudah siap dihakimi warga. “Banyak pukulan yang masuk ke badan saya, orang warga pada mau mukulin pelaku. Makanya langsung dimasukan ke pospol Klender,” terangnya.

SAKIT PINGGANG

Aiptu Sunar sendiri, merupakan anggota dari satwil lantas Polres Jakarta Timur. Pria itu baru pindah unit ke penanganan lakalantas, setelah sebelumnya tergabung di brigade motor (BM). “Baru satu bulan pindah unit, makanya masuk dinasnya kemarin malam,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Sutimin.

Pindahnya Aiptu Sunar, kata Kasat, karena belakangan ini ia mengeluhkan sakit pinggang yang dideritanya. Hal itu disebabkan karena hampir beberapa tahun belakangan ini ia bertugas menggunakan sepeda motor besar. “Makanya agar tugasnya tetap maksimal, ia dipindahkan untuk melayani warga yang menjadi korban kecelakaan,” tambah kasat.

Atas apa yang dilakukannya, tambah Kasat, sesama petugas kepolisian ia pun merasa bangga dengan yang dilakukan Aiptu Sunar. Jiwa kepolisiannya terpanggil untuk menolong warga yang kala itu tengah dalam masalah.

“Kami berharap akan banyak lagi anggota-anggota lain yang terus mengabdikan dirinya untuk melayani warga Indonesia,” pungkas AKBP Sutimin.

(ifand/sir)

Terbaru

Bagi Wenger, Sanchez masih pemain penting untuk Arsenal (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 7:39 WIB
Arsene Wenger : Alexis Sanchez Tidak Akan ke PSG
Sebastian Vettel (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 6:53 WIB
Vettel Kemungkinan Hekang dari Ferrari
Pep Guardiola dan Danilo (thesun)
Senin, 24/07/2017 — 6:45 WIB
Danilo Resmi Gabung City