Monday, 29 May 2017

Rancang Bangun Kendaraan Bermotor Harus Dikembangkan Mandiri

Selasa, 11 April 2017 — 0:47 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kelima kiri) menekan tombol tanda peresmian fasilitas Research and Development (R&D) Center PT ADM di Karawang,

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kelima kiri) menekan tombol tanda peresmian fasilitas Research and Development (R&D) Center PT ADM di Karawang,

JAKARTA (Pos Kota) – Proses rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, diharapkan dapat dilakukan sepenuhnya dan dikembangkan secara mandiri oleh putera-puteri Indonesia.

Harapan ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan perluasan gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D Center) PT Daihatsu Astra Motor (ADM) di Karawang, Jawa Barat. Senin (10/4).

Pada kesempatan tersebut Menperin juga meresmikan peluncuran produk Daihatsu yang ke 5.000.000 unit.

Airlangga mengatakan pembangunan R&D Center menunjukkan komitmen tinggi dari PT ADM untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai ‘producation base’ tetapi sebagai ‘product base’.

“Jadi PT ADM melihat Indonesia tidak hanya sebagai lokasi produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga sebagai industry kedua Daihatsu untuk pasar global,” jelas Airlangga, dalam acara yang dihadiri Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana, Wakil Dubes Jepang Mr. Kozo Honsei, Executive Vice Presiden Daihatsu Motor Company Japan Mr. Yashuhiko Yokoyama, Presdir PT Astra International Tbk. Prijono Sugiarto, dan Presdir PT ADM Sudirman MR.

Hal itu, lanjutnya, akan membuat Indonesia sebagai salah satu pemain di dunia, khususnya di jenis kendaraan yang selama ini menjadi unggulan Daihatsu di pasar dunia.

Menurutnya, industry otomotif merupakan salah satu industry andalan dalam kebijakan industry nasional yang memiliki peran penting terhadap PDB Nasional. “Untuk itu kami menargetkan industry otomotif dapat mencapai produksi 2,5 juta pada tahun 2020.”

Presdir PT ADM Sudirman MR menambahkan, saat ini perusahaannya sudah menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja dan memiliki kapasitas produksi sebesar 530.000 unit per tahun.

R&D Center yang dibangun sejak 2011, lanjutnya, memiliki fasilitas disain building, enginering building serta test course lengkap untuk 3 jenis jalan di Indonesia, Jepang dan Malaysia. Di Indonesia sendiri ada 24 jenis jalan yang bisa diuji, 4 tipe tanjakan, tes banjir dan lumpur di lahan seluas 25 hektar.

“Ini bentuk kepedulian PT ADM untuk memajukan industry otomotif di Indonesi,” tuturnya bangga, apalagi produksi yang ke 5 juta mendapat penghargaan Rekor Dunia dari MURI.(Tri)