Sunday, 23 September 2018

Seorang Penumpang Diseret dari Pesawat di Amerika Serikat

Selasa, 11 April 2017 — 7:36 WIB

AMERIKA- Maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, telah menyampaikan permintaan maaf setengah hati setelah salah seorang penumpangnya mengalami luka ketika diseret dari kursinya.

Rekaman video yang diambil di dalam pesawat menunjukkan penumpang laki-laki itu diseret dari kursinya dan kemudian terus diseret di sepanjang lorong kabin ketika pesawat bersiap-siap lepas landas dari Chicago ke Louisville pada Minggu (09/04).

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh pimpinan United Airlines, Oscar Munoz.

“Ini merupakan kejadian yang menjengkelkan bagi kami semua di United. Saya meminta maaf karena harus mengakomodasi kembali para penumpang,” tulisnya lewat Twitter.

Disebutkan oleh United Airlines bahwa jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut melebihi kapasitas, dan ketika tak seorang pun secara suka rela meninggalkan kursinya, petugas memilih penumpang secara acak untuk dikeluarkan dari pesawat.

seret-penumpang

Penumpang yang diyakini sebagai seorang dokter ditarik oleh petugas keamanan.

Penumpang itu menolak untuk dikeluarkan dari pesawat dan akhirnya dikeluarkan paksa oleh petugas keamanan.

Oscar Munoz menuturkan pihaknya telah berusaha berkomunikasi dengan penumpang.

“Tim kami berusaha bekerja dengan cepat untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan mengkaji kembali apa yang terjadi.

“Kami juga berusaha berkomunikasi dengan penumpang ini untuk berbicara langsung dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Rekaman video tentang peristiwa ini menjadi viral di media sosial. Potongan rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu telah ditwit ulang sebanyak 16.000 kali sejak diunggah pada hari itu.

Jayse D Anspach, penumpang yang mengunggah rekaman itu menulis, “#United kelebihan penumpang dan menginginkan empat penumpang secara sukarela memberikan kursi mereka kepada awak pesawat yang harus bekerja keesokan harinya.”

“Tak seorang pun menyerahkan kursi atas kemauan sendiri, jadi United menentukan pilihan sendiri. Mereka memilih seorang dokter Asia dan istrinya.”

“Dokter itu harus bekerja di rumah sakit keesokan harinya, jadi ia menolak memberikan kursinya,” tambah Anspach.

“Sepuluh menit kemudian, dokter itu berlari kembali ke dalam pesawat dengan muka berdarah, memegang surat dan mengatakan, “Saya harus pulang.”

Penumpang lain, Audra D. Bridges, mengunggah video tentang kejadian itu ke Facebook yang yang telah ditonton lebih dari 400.000 kali.

Peristiwa ini berlangsung kurang dari satu bulan sejak maskapai penerbangan United Airlines dikritik karena menolak dua remaja putri bercelana legging masuk ke dalam pesawat meskipun mereka sudah mengantongi tiket.(BBC)