Wednesday, 22 November 2017

Adik Ipar Kok Lebih Cantik Akhirnya Dibuntungi Juga

Kamis, 13 April 2017 — 6:18 WIB
nahniiii

TOHIR, 30, menikahi Murni, 26, sejak lima tahun lalu. Begitu adik iparnya, Atik, 16, kelihatan gede dan lebih cantik dari istrinya, kepengin juga. Lewat ancaman mautnya Tohir menggauli ABG itu sampai delapan kali berturut-turut kayak All England. Begitu Atik hamil, baru ketahuan belangnya. Mertua tidak terima dan Tohir pun dilaporkan polisi.

Istri itu bukan barang, karena dia punya nyawa dan jiwa. Kalau barang, jika tidak cocok bisa ditukar dengan menambah sejumlah uang (tukar tambah). Untuk manusia, mana bisa diperlakukan seperti itu. Bila mana menyesal dikemudian hari pada istri, paling-paling cerai, lalu ganti bini yang baru. Tapi cara ini pasti akan ada jatuh korban. Jika sudah ada anak, mana mungkin dia dikembalikan ke perut ibunya?

Tohir warga Cempaka Kabupaten Sampit (Kalteng) adalah salah satu lelaki yang menyesali perkawinannya dengan Murni. Bukan karena kelakuannya, tapi karena masalah kecantikannya. Ketika dinikahi 5 tahun lalu, kayaknya sang bini cantik jelita macam artis sinetron seribu episode. Tapi ketika adik iparnya yang bernama Murni tambah gede, kok nampaknya Murni jadi jelek sendiri dalam keluarga.

Dia menyesali, kenapa tidak menikahi Atik saja? Kalau ditukar, kira-kira bisa nggak ya? Mana bisa, dan mertua cap apapun pasti tidak setuju cara model Tohir itu. Anak sudah diacak-acak sedemikian rupa kok mau dikembalikan, lalu ganti yang masih mulus, aki dan timing belt baru. Salah-salah malah dituduh mantu tak beradab. Enyah sana dari bumi Kalimantan.

Melihat Atik yang semakin gede, Tohir menjadi semakin penasaran. Bagaimana bisa menaiki “kendaraan” baru yang belum diindent orang itu. Itu pasti nyaman sekali, apa lagi sudah matic. Dibuat nanjak pun pasti tidak masalah. Pendek kata Tohir makin bernafsu, bagaimana caranya agar bisa menikmati barang mulus bebas dempul itu.

Diam-diam dia mulai merayu-rayu Atik, agar mau diperlakukan bak istri di rumah, maksudnya digauli. Awalnya gadis ABG itu menolak. Tapi dengan sejumlah ancaman, termasuk takkan dibiayai sekolahnya di SMP, akhirnya Atik pun bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Tohir. Ternyata betul, “kendaraan” serie Atik ini memang nyaman dikendarai, jalannya stabil, dengan premium pun mesin tidak ngelitik.

Setiap ada peluang Tohir selalu ingin nambah. Lama-lama jadi seperti Rudi Hartono saja. Jika pebulutangkis tahun 1970-an itu bisa jadi juara All England 8 kali berturut-turut, Tohir juga sudah berhasil menggauli adik iparnya itu 8 kali berturut-turut. Jika Rudi Hartono dapat piala dan hadiah, Tohir nantinya dapat “piala” (kejelekan) karena ulahnya yang memalukan itu.

Dan ternyata benar. Lima bulan kemudian perut Atik nampak mulai membesar, karena terjadi kehamilan. Tentu saja orangtuanya kaget, siapa gerangan yang menanam benih unggul di luar Balai Pembibitan Kementrian Pertanian itu? Untuk antisipasi, Tohir sudah mengajari Atik dengan kalimat mautnya. “Jika ditanya emak, jangan bilang aku pelakunya ya?” kata-kata Tohir meniru gaya Setya Novanto dalam kesaksiannya di proyek e-KTP.

Awalnya Atik bisa mematuhi konsensus itu. Tapi karena perut semakin gede dan terus menjadi kecurigaan publik, akhirnya mengakulah dia bla bla bla……. Yang kaget bukan saja ibu Atik, tapi juga Murni kakak kandungnya. Tanpa pakai tabayun segala, langsung saja Tohir dilaporkan ke Polres Sampit dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui, nekad menggauli adik iparnya, karena ternyata dia lebih cantik dari bininya.

Kalau bini pengin tetap cantik, ganti cashing dong! (JPNN/Gunarso TS)