Monday, 01 May 2017

Iklan di Internet Iming-imingi Indekos Gratis Demi Seks

Kamis, 13 April 2017 — 23:35 WIB
Iklan baris yang menawarkan penginapan ditukar dnegan seks dianggap legal.

Iklan baris yang menawarkan penginapan ditukar dnegan seks dianggap legal.

HASIL investigasi BBC menemukan bahwa anak muda rentan dijadikan target dalam iklan baris di internet yang menawarkan akomodasi gratis untuk ditukar dengan seks.

Tawaran itu muncul di situs-situs iklan baris seperti craigslist.

Badan-badan amal menyebut iklan semacam itu eksploitatif. Karenanya, anggota parlemen dari daerah Hove, Peter Kyle, ingin membuat iklan jenis tersebut ilegal. Craigslist, yang dalam sehari dapat menawarkan lebih dari 100 iklan, tidak berkomentar.

Seorang siswa mengaku dia merasa satu-satunya pilihan adalah bertransaksi seks yang ditukar dengan akomodasi.

“Dia membawa saya ke kamar tamunya, memberikan saya minuman dan setelah itu langsung ke atas dan melakukannya.”

“Dia akan melakukan apa yang dia ingin lakukan, dengan paksa, dan saya mengikutinya. Setelah kali ketiga, saya mulai merasa ada yang sakit di tubuh saya.”

BBC menemukan iklan yang dibuat seorang pria dari Kota Maidstone. Dia menawarkan kesempatan bagi seorang perempuan untuk pindah ke rumahnya dan berpura-pura menjadi kekasihnya.

Ada pula iklan yang menawarkan indekos gratis di sebuah rumah dengan dua kamar untuk ditukar dengan “berbagai layanan”. Iklan di kota Brighton serupa dengan sebelumnya, tapi menargetkan pria lebih muda.

Satu iklan yang dibuat seorang pemilik pemondokan di London menawarkan “gadis nakal” untuk pindah ke tempatnya.

Pemilik pemondokan yang membuat iklan-iklan tersebut dengan jelas menerangkan mekanismenya.

Yang satu berkata: “Saya kira sekali seminggu, atau seperti itu, saya senang selama ada seks.”

Lainnya berkata: “Anda setuju beberapa kali seminggu, masuk ke kamar saya atau semacamnya. Untuk urusan apartemen, seakan-akan kita teman serumah. Semua tagihan, sewa, gratis.”

Mel Potter, dari from kelompok wanita Brighton Oasis Project, sebuah badan amal untuk perlindungan perempuan, memperingatkan bahayanya. “Ini sesuatu yang dapat membuat seseorang dijebak dan berisiko mereka mendapat perlakuan kekerasan.”

Pilihan yang hilang’

Andrew Wallis, dari lembaga antiperbudakan Unseen, berkata: “Saya kira iklan-iklan ini mengarah ke batasan hukum sehingga mereka bisa beraksi tanpa melanggar hukum”.

“Mereka akan berargumen bahwa perempuan-perempuan ini telah memutuskan sendiri untuk memasuki situasi tersebut. ”

“Masalahnya adalah saat Anda adalah orang rentan yang kemudian tereksploitasi, konsep pilihan kemudian hilang.”

Paul Noblet, dari badan amal tuna wisma Centrepoint, menyarankan agar pemilik situs mempertimbangkan kode etik sukarela agar mereka dapat memonitor dan menyingkirkan iklan-iklan tersebut.

Namun Kyle berkata mereka seharusya terdorong untuk menangani masalah ini.

“Jika mereka tidak mengambil tindakan untuk hal ini dan bertanggung jawab, saya akan mendorong legislasi untuk melakukannya,” katanya. (BBC)