Wednesday, 19 September 2018

Sisa Pinjaman Bank Dunia Untuk Melatih Pendamping Desa

Kamis, 13 April 2017 — 11:15 WIB
Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

JAKARTA (Pos Kota) – Sisa pinjaman Bank Dunia yang dialokasikan untuk pembangunan desa akan difokuskan pada peningkatan kualitas dan kompetensi para pendamping desa.

Hal tersebut dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Eko Putro Sandjojo dalam siaran persnya.

“Peningkatan kompetensi yang akan dilakukan tersebut melalui berbagai pelatihan dan bimbingan teknis. Bantuan Bank Dunia lebih banyak digunakan untuk pelatihan dan pendampingan,” tegas Eko.
Menurutnya, anggaran program pinjaman Bank Dunia untuk pembangunan desa masih tersisa. Program pinjaman tersebut akan berakhir pada tahun 2018 mendatang.

Selama ini, terang Eko, dana pinjaman sebagian besar digunakan untuk pembiayaan pendamping desa. Namun mulai tahun ini, pembiayaan pendamping desa akan diambil dari APBN.

“Tahun-tahun lalu pendamping desa dibiayai dari Bank Dunia, tahun ini pendamping desa dibiayai dari APBN. Tapi untuk tenaga teknis provinsi masih dibiayai dari provinsi,” katanya.

Diungkapkannya, pelatihan yang akan diberikan bekerjasama dengan Bank Dunia, dengan datangkan berbagai ahli dan pakar dari luar negeri untuk meningkatkan kompetensi pendamping desa.

Sebenarnya, terang Eko, tak sedikit negara yang sukses dalam melakukan pengembangan wilayah pedesaan. Makanya melalui kerjasama diharap terjadi saling tukar pengalaman dan program.

Dia menambahkan, banyak negara yang telah melaksanakan program seperti Program Unggulan Kawasan Pedesaan. Ini dilakukan dengan memasukkan dunia usaha ke desa-desa sehingga perekonomian desa menjadi lebih kuat.
(tri/sir)