Monday, 24 July 2017

Atasi Gangguan Tremor Efektif dengan Terapi DBS

Jumat, 14 April 2017 — 17:31 WIB
Tim dokter Parkinson’s and Movement Disorder Center. (ist)

Tim dokter Parkinson’s and Movement Disorder Center. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Mengalami gangguan gerak semacam tremor tentu sangat menyiksa. Gangguan yang ditandai dengan gemetaran yang berulang-ulang, tak sadar dan berirama dari satu bagian tubuh atau lebih tersebut bisa mengganggu aktivitas keseharian.

Karena itu, pada level tertentu, tremor tentu harus ditangani secara serius. Pengobatannya tergantung dari penyebab tremor itu sendiri. “Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tremor. Penggunaan obat bagi pasien sifatnya mengontrol dan tidak menyembuhkan,” jelas dr Frandy Susatia, SpS, spesialis saraf Parkinson’s and Movement Disorder Center (PMDC) Siloam Hospital Kebon Jeruk, kemarin.

Karena itu pada penggunaan jangka panjang, obat jenis tertentu kadang menjadi kurang efektif dan mempunyai efek samping. Solusinya adalah operasi deep brain stimulation (DBS).

Tehnik operasi DBS ini dikatakan Dr dr Made Agus M Inggas, SpBS, spesialis bedah saraf PMDC, adalah untuk mengatasi tremor, kaku dan gerak yang lambat. Teknik ini dilakukan melalui penanaman elektroda pada area tertentu di otak bagian dalam.

“Elektroda tersebut dihubungkan dengan kabel ke baterai yang diletakkan di dalam dada sebagai sumber arus listrik,” jelas Made.

Rata-rata pasien merasakan peningkatan perbaikan tremor sekitar 80 hingga 90 persen setelah operasi pada keadaan tanpa obat. DBS ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika untuk pengobatan essensial tremor, dystonia, obsesive compulsive disorder (sindrom tourette) dan gangguan gerak lainnya.

Keuntungan dari DBS menurut Dr Made adalah tidak merusak jaringan otak dan tremor akan membaik secara signifikan. Sehingga penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari denga baik.

Tidak diketahui apa penyebab tremor. Tetapi tremor bisa dicegah antara lain dengan mengubah pola hidup yaitu menghindari kafein, alkohol, stres, kelelahan dan gula darah rendah.

Tremor itu sendiri terjadi akibat komunikasi abnormal antara daerah-daerah tertentu dari otak kecil, thalamus, dan batang otak. Biasanya muncul setelah usia 40 tahun dan memburuk seiring bertambahnya usia.

Langkah pertama pemgobatan tremor adalah pemberian obat oral, dimana pasien harus mencoba dua atau tiga jenis obat sebelum menemukan salah satu obat terbaik untuk mengurangi gejala tremor. (faisal/win)

Terbaru

Bagi Wenger, Sanchez masih pemain penting untuk Arsenal (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 7:39 WIB
Arsene Wenger : Alexis Sanchez Tidak Akan ke PSG
Sebastian Vettel (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 6:53 WIB
Vettel Kemungkinan Hekang dari Ferrari
Pep Guardiola dan Danilo (thesun)
Senin, 24/07/2017 — 6:45 WIB
Danilo Resmi Gabung City