Sunday, 18 November 2018

Swadaya Masyarakat Musola di Kelurahan Tegal Parang Direnovasi

Jumat, 14 April 2017 — 8:02 WIB
Lurah Tegal Parang, H. Achmad Yani bersama pemuka agama, Babinsa, Babinkamtibmas dan tokoh masyarakat meletakkan batu pertama pembangunan Mushola Al-Hidayah di kantor Kelurahan Tegal Parang,  yang merupakan hasil swadaya masyarakat. (Rachmi)

Lurah Tegal Parang, H. Achmad Yani bersama pemuka agama, Babinsa, Babinkamtibmas dan tokoh masyarakat meletakkan batu pertama pembangunan Mushola Al-Hidayah di kantor Kelurahan Tegal Parang, yang merupakan hasil swadaya masyarakat. (Rachmi)

RINGAN sama dijinjing, berat sama dipikul. Pepatah ini yang menginspirasi warga di Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan untuk bahu membahu membangun Mushola Al-Hidayah di kantor kelurahan setempat. Dengan semangat dan kebersamaan yang tinggi, hasil swadaya warga terkumpul sekitar Rp150 juta.

Lurah Tegal Parang, H. Achmad Yani menuturkan mushola yang berada di lingkungan kantor kelurahan tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah direnovasi. Tak urung kondisinya memprihatinkan misalnya atap dan kuda-kuda nyaris ambruk, kusen maupun jendela keropos dimakan rayap, pintu pun rusak.

“Saya sering khawatir manakala hujan lebat disertai angin kencang, atap mushola roboh dan menimpa warga yang sedang beribadah,” kata Yani, panggilan akrabnya.

Harapannya agar tempat ibadah itu bisa direnovasi ternyata mendapat respon dari warga dan donatur. Berkat kerja keras panitia, dana yang terkumpul sekitar Rp150 juta untuk membangun mushola dengan 1 lantai seluas 36 meter persegi.

Pembangunan tempat ibadah itu ditargetkan 2 bulan sehingga saat bulan puasa sudah bisa digunakan untuk kepentingan kaum muslim.

Selain untuk kegiatan ibadah, mushola ini kelak dapat digunakan pula untuk mengakomodir kegiatan keagamaan mulai remaja, kaum ibu dan bapak-bapak seperti pengajian rutin.

“Saya bangga dan bersyukur atas kepedulian para warga dan donatur,” ujar Lurah Tegal Parang saat peletakkan batu pertama pembangunan mushola tersebut, Kamis (13/4).

Hadir pemuka agama antara lain KH Izzat Soleh Djaelani, H. Abdul Rochim, Ketua panita pembangunan mushola yang juga Ketua RW 04 Tegal Parang, H. Muhamim Salim, anggota panitia, seluruh LMK, RW dan RT.

Muhamim Salim, Ketua Panitia pembangunan Mushola Al-Hidayah menambahkan dana pembangunan murni berasal dari swadaya masyarakat untuk mendukung kegiatan keagamaan warga sebagai bagian dari syiar Islam. “Insya Alloh pada bulan Ramadhan mendatang mushola ini siap digunakan masyarakat untuk beribadah,” katanya optimis. (Rachmi)