Thursday, 22 June 2017

Gadis ABG Bekas Adik Ipar di-DP-Nol Rupiah di Hotel

Sabtu, 15 April 2017 — 6:40 WIB
telingkung

FITRI, 17, sebetulnnya hanya bekas adik ipar. Ketika gadis itu hilang, Hamdani, 35, dituduh menyembunyikan oleh bekas istrinya. Ketimbang terus dituduh, dia berusaha ikut mencari. Setelah ketemu, Fitri ngajak tidur di hotel. Daripada semaleman iseng, akhirnya ABG itupun “di DP” nol rupiah di ranjang.

Di Jakarta rumah Rp 350 juta dengan DP nol rupiah, sedang menjadi alat kampanye Pilkada. Namun di Balikpapan (Kaltim), justru ada gadis yang rela “di-DP” nol rupiah oleh bekas kakak iparnya sendiri, di ranjang hotel. Alasannya, hanya bekas kakak ipar itulah yang bisa melindungi dirinya dari kekejaman kakak kandungnya. Tapi mana ada lelaki membiarkan barang mulus nganggur?

Lima tahun lalu Hamdani – Nurul, 28, merupakan pasangan keluarga yang bahagia. Tapi karena setahun lalu ada gelagat Hamdani naksir Fitri adik ipar sendiri, Nurul pun jadi ribut melulu sama suami. Ketimbang makan hati terus, Nurul pun menggugat cerai di Pengadilan Agama. Ternyata gugatan itu diterima, sehingga Hamdani dan Fitri kemudian bersolo karier.

Apakah Hamdani kemudian menikahi Fitri? Ternyata tidak. Itu berarti tuduhan Nurul atas adiknya sama sekali tidak terbukti dan tak berdasar. Agak menyesal sebetulnya Nurul, karena telah mengorbankan rumahtangganya demi kecemburuan yang konyol. Orang yang santun macam Hamdani, mana mungkin korupsi cinta dalam rumahtangga.

Sudah dua tahun Nurul menyandang status janda, ternyata belum ada job baru. Maksudnya ada lelaki yang mau mempersunting dirinya. Tiba-tiba ada peristiwa mengagetkan, adik kandungnya, si Fitri tahu-tahu menghilang dari keluarganya. Ingat peristiwa dua tahun lalu, langsung saja dia menuduh Hamdani menjadi dalang hilangnya Firtri, jika tak mau dituduh sebagai penculiknya.

Hamdani pun dicari dan dimaki-maki, karena telah membawa lari adik iparnya. Padahal Hamdani sudah bersumpah dan bersuwerrrr-suwerrrrr, tidak tahu sama sekali kepergian Fitri. Namun Nurul terus saja menuduh dia otak dari semua ini, bahkan mengancam akan melaporkan ke polisi.

Wah, gawat ini. Di Jakarta tuduhan merusakkan cucian BH dan celana dalam saja bisa ditahan. Apa lagi ini dituduh menculik gadis, pasti lebih berat sanksinya. Maka akhirnya dia mengalah mencoba mencari gadis itu. “Tapi saya nggak janji lho ya. Ketemu alhamdulillah, nggak ketemu jangan salahkan saya,” kata Hamdani.

Sebetulnya Hamdani belum bergerak mencari Fitri, wong pansusnya juga belum dibentuk. Tiba-tiba Fitri muncul ke rumahnya. Mau diantar pulang tidak mau, pilih ikut Bang Hamdani saja. Sebab dia merasa lebih aman bersama bekas suami kakaknya itu, ketimbang pulang ke rumah dideplok (dihajar) kakak kandung sendiri, yang galaknya sepereti anjing beranak.

Hamdani juga tak enak ada bekas adik ipar di rumahnya, sehingga Fitri diajak menginap di hotel saja, atas rekening Hamdani. Dia mau dengan syarat ditemani. Wah repot ini. Tapi setan membujuk, “Udah diterima saja, kapan lagi kamu bisa menikmati barang mulus, Bleh!”

Jadilah keduanya menginap di hotel berdua. Setan yang terus gencar mengompori, menjadikan Hamdani terpengaruh. Tak enak ada barang mulus dianggurkan, akhirnya dia mengajak sekalian berhubungan intim bak suami istri. Ee, ternyata Fitri tak keberatan. Ya sudah, malam itu Fitri kena tendangan 12 pas sebanyak 3 kali. Maklum, sudah 2 tahun Hamdani menjalani gencatan senjata, tanpa perintah PBB.

Rupanya di mana-mana ada mata dan mata-mata, terbukti Nurul jadi tahu tempat nginep bekas suaminya itu bersama adiknya. Hamdani dilaporkan ke polisi dan ditangkap di kamar hotel, meski bukan dalam posisi berbuat. Dalam pemeriksaan dia mengakui, ketimbang dituduh, ya jalani saja sekalian.

Fitnah itu lebih kejam dari persetubuhan? (JPNN/Gunarso TS)