Thursday, 19 September 2019

Saatnya Pemerintah Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Sabtu, 15 April 2017 — 15:49 WIB
Rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin (tiga dari kiri) menyerahkan buku Sistem Ekonomi Pancasila kepada sejumlah peserta diskusi. (ist)

Rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin (tiga dari kiri) menyerahkan buku Sistem Ekonomi Pancasila kepada sejumlah peserta diskusi. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)-  Untuk mencapai ekonomi berkeadilan seperti yang dikonsepkan oleh ekonomi Pancasila, campur tangan pemerintah sangat diperlukan. Sebab jika diserahkan kepada mekanisme pasar, maka yang terjadi adalah kesenjangan ekonomi antar daerah antar wilayah.

Karena itu Rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin mendukung upaya Presiden Jokowi untuk membangun dari wilayah pinggiran. Termasuk membangun infrastrktur di daerah dan kebijakan pengendalian harga.

“Sekarang kita lihat harga bensin di Papua dengan di Jawa sama, juga harga produk atau makanan, tidak ada lagi perbedaan yang mencolok,” kata Rektor di sela peluncuran buku Sistem Ekonomi Pancasila, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Rektor selama ini, banyak hal-hal yang mestinya negara hadir ternyata diserahkan kepada mekanisme pasar. Alhasil, Papua dengan Jawa memiliki kesenjangan yang teramat jauh. Orang begitu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketika berada di Papua. Tetapi sebaliknya di Jawa, semua kebutuhan hidup ada dengan harga yang jauh lebih murah.

Asep mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah memberikan panduan ekonomi Pancasila untuk dijalankan oleh pemerintah. Dalam konsep pemikiran ekonomi Pancasila, maka segala bumi air dan seisinya dioleh dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini tentu rakyat secara keseluruhan.

Tetapi pada jaman orde baru, ekonomi Pancasila telah menyimpang sangat jauh. Kebijakan pembangunan dengan sistem konglomerasi telah membuat 90 persen kekayaan Indonesia dimiliki oleh 1 persen penduduk Indonesia. “Sekarang saatnya kita, pemerintah Indonesia kembali ke sistem ekonomi Pancasila,” lanjutnya.

Untuk mendorong pemerintah kembali ke kithah ekonomi Pancasila,  Asep melalui Forum Rektor Indonesia akan berupaya mengumpulkan lebih banyak lagi pemikiran para ahli dan akademisi terkait konsep ekonomi Pancasila disesuaikan dengan keadaan sekarang. Termasuk keadaan dimana konsep aslinya yang tertuang dalam UUD 1945 sudah diamandemenkan.

“Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem yang sangat bagus. Jika diterapkan dengan baik maka sesungguhnya masyarakat Indonesia akan merasakan kesejahteraan yang berkeadilan,” pungkasnya. (faisal/win)