Tuesday, 25 September 2018

Hari Pertama Masuk Kerja, Tiga Jam Ahok Terima 49 Pengaduan

Senin, 17 April 2017 — 11:47 WIB
Warga antre mendaftarkan pengaduan kepada petugas di Balaikota DKI. (joko)

Warga antre mendaftarkan pengaduan kepada petugas di Balaikota DKI. (joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Hari pertama masuk kantor sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok langsung diserbu warga yang berdatangan ke gedung Balaikota.

Di dalam buku daftar pengaduan tercatat 49 kelompok warga yang ingin menyampaikan keluh kesah,  laporan, maupun berbagai keperluan lainnya.

Kedatangan warga ke kantor gubernur itu tujuannya macam-macam. “Ada yang ingin mau menjual tanah untuk pembangunan RPTRA, mengurus KJP maupun KJL, ijazah anak ditahan sekolah, dan lainnya,” ujar Marwan, petugas pelayanan pengaduan di Pendopo, Balaikota, Senin (17/4/2017).

“Sejak Pak Ahok kembali berkantor di sini, jumlah warga yang mengajukan pengaduan, banyak sekali,” tambahnya.

Khususnya, pada hari Senin cuma dalam tiga jam saja, sejak pukul 07.00 hingga 10.00, petugas sudah menerima 49 pengaduan. “Kalau jumlah orangnya lebih banyak lagi. Sebab untuk satu pengaduan, bisa berjumlah seratusan orang,” papar Marwan. Adapun hari-hari sebelumnya, saat jabatan gubernur masih diemban Plt Soni Sumarsono, jumlah pengaduan berkisar lima kasus/hari.

(Baca: Ahok Kembali Ngantor, Balaikota Ramai Lagi)

 

Dari semua pengaduan yang diterima petugas, disampaikan kepada Gubernur Ahok. “Biasanya hampir setiap pengaduan diterima oleh Bapak Gubernur, agar warga puas mendapat tanggapan langsung dari beliau,” ujar Marwan. Petugas pelayanan pengaduan gubernur digawangi tiga orang yakni Marwan, Junaidi, dan Dewi.

Sareh, salah satu warga yang sedang menunggu antrean bertemu dengan Ahok, mengaku ingin mengurus KJP untuk anaknya. “Kami warga miskin, tapi anak kami kok tidak dapat KJP, sedangkan orang yang lebih kaya dari kami malah dapat, aneh. Makanya biar saya laporkan langsung kepada Pak Ahok, biar dimarahin petugas yang ngurusin KJP,” ujar ayah dua anak dari Kampung Melayu, Jaktim.

(joko/sir)