Monday, 24 April 2017

Kalijodo Sudah Positif

Senin, 17 April 2017 — 5:32 WIB
kalijodo

ADA meme di dunia medsos tentang Kalijodo. Kini menjadi: ruang terbuka ramah anak, sedangkan dulu: ruang tertutup ramah Oom-Oom. Semua ini yang mengubah Gubernur Ahok. Paling “kasihan” adalah Daeng Azis tokoh Kalijodo. Ketika dia mendekati Anies dalam Pilgub DKI sekarang ini, sama sekali tak direken karena bisa menggerogoti elektabilitas.
Hingga tahun 2015 orang memandang negatif setiap menyebut Kalijodo, sebab di sana memang menjadi gudang praktik-praktik kejahatan, dari pelacuran, mabuk-mabukan, sampai narkoba. Tapi sejak dibongkar oleh Gubernur Ahok ditahun 2016 dan disulap menjadi RPTRA, kawasan yang kumuh bau bir dan lendir itu kini menjadi tempat rekreasi dan olahraga yang nyaman. Orang takkan malu lagi datang ke Kalijodo. Sudah positif.

Setiap pembangunan selalu ada pihak yang menjadi korban. Dalam kasus Kalijodo, korbannya adalah para kaum pramusyahwat, pemilik warung remang-remang dan kafe-kare itu, termasuk Daeng Azis. Bahkan dia tak sekedar rugi materi karena lahan bisnisnya dibongkar, tapi juga masuk penjara karena soal pencurian listrik.

Kini Daeng Azis telah bebas setelah menjalani hukuman 10 bulan. Dalam hiruk-pikuk Pilgub DKI putaran kedua ini, dia mencoba menempel ke kubu Anies-Sandi. Tapi rupanya dia tak menyadari siapa dirinya. Bak orang bermandi lumpur mendatangi orang hajatan, tentu saja pemilik rumah menjadi jengah karena tamu-tamu bisa bubar karenanya. Itulah yang terjadi. Ketika Daeng Azis mendatangi arena kampanye paslon nomer 3, Anies tak mau menemui bahkan berlagak tidak kenal.

Dalam politik itu sangat dimaklumi. Sebab menerima Daeng Azis dengan gegap gempita, sama saja Anies Baswedan bunuh diri. Menerima dukungan bekas juragan Kalijodo sama saja merontokkan elektabilitasnya. Karena politik tak boleh dicampur-adukkan dengan agama, maklum saja jika seorang tamu terpaksa tak dihormati.

Kini Daeng Azis bisa merenung di tanggul dekat RPTRA Kalijodo, mengenang kejayaannya di masa lalu. Mau usaha apa setelah bebas dari penjara? Sebab siapapun pemenangnya Pilgub DKI, takkan ada pintu buat pengembang dunia prostitusi dan mabuk-mabukan. – gunarso ts