Wednesday, 26 July 2017

Masih Ada yang Peduli

Senin, 17 April 2017 — 5:28 WIB
penjara

PENJAHAT ada di mana-mana. Bahkan di tempat yang katanya aman, sudah ada satpam, ada polisi di situ mereka ada. Ngintip orang lengah. Dengan berbagai upaya, para penjahat untuk mencapai tujuannya bisa melakukan dengan tenang, kalem sampai brutal!

Di wilayah yang sudah ada sepanduk besar-besa dengan tulisan, bebas premanisme, bebas narkoba, bebas kejahatan, eh masih saja kebobolan. Mungkin itu penjahat berpikir: kata ’bebas’ itu berarti mereka bebas melakukan kejatan?

Buktinya, bank yang dijaga satpam dan petugas polisi, kenapa masih saja warga yang mengambil uang sering jadi korban? Seperti kasus di Bekasi, nasabah baru mengambil uang dari bank malah dikuntit rampok. Untung ada warga yang menolong.

Nah, soal tolong menolong inilah yang bisa diambil contoh, di kehidupan moderen, jaman serba tak peduli, acuh tak acuh, individualistis, ternyata masih ada yang punya nurani. Nurani menolong orang lain. Walaupun dalam peristiwa itu penolong itu dalah orang-orang yang selama ini terpinggirkan, yakni pemulung.

Tapi siapa pun mereka, kita sebagai manusia mahluk sosial itu harus bersatu-padu dalam melawan kejahatan. Kejahatan memang harus dilawan bersama-sama.

Ayo, lawan penjahat. Jangan menunggu petugas, yang banyak beban. Tindakan warga yang cepat tanggap, itu yang diharapkan. Jangan kasih ruang, waktu dan kesempatan pada penjahat melakukan aksinya. Ayo lawan, Bung! Tapi jangan main hakim sendiri! – massus