Saturday, 17 November 2018

Miryam Akan Dipanggil Paksa KPK

Senin, 17 April 2017 — 22:44 WIB
Miryam S Haryani, mantan anggota Komisi II DPR-RI divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta Subsider 3 bulan.(dok)

Miryam S Haryani, mantan anggota Komisi II DPR-RI divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta Subsider 3 bulan.(dok)

JAKARTA (Poskotanews.com) –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan tersangka Miryam Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu yang sebelumnya saksi dalam kasus dugaan korupsi E-KTP.

Politisi Hanura ini sempat mangkir saat pemanggilan Kamis (13/4/2017). “Rencananya, besok, Selasa (18/4/2017) penjadwalan ulang terhadap MSH ( Miryam S Haryani),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (17/4/2017).

Febri berharap Miryam dapat menghadiri penjadwalan ulang untuk penyidikan lebih lanjut dalam kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk E-KTP. Tapi jika yang bersangkutan mangkir lagi, KPK akan memanggil secara paksa.

“Kami akan pertimbangkan pemanggilan kembali sekaligus perintah membawa atau tindakan lain dalam penyidikan ini,” ucap Febri. Miryam menjadi tersangka ketiga dalam kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun.

Dalam persidangan, Miryam membantah semua keterangan yang ia sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) soal pembagian uang hasil korupsi E-KTP. Bahkan dia mencabut keterangan yang ada di BAP. Karena menurutnya tidak pernah ada pembagian uang ke sejumlah anggota DPR RI periode 2009-2014, sebagaimana yang dia beberkan sebelumnya.

Miryam mengaku diancam penyidik KPK saat memberikan keterangan di BAP. Akhirnya dilakukan konfrontir dengan penyidik KPK sampai akhirnya Miryam menjadi tersangka karena dugaan keterangan palsu.(us)