Friday, 16 November 2018

Pemkot Kebut Pembangunan Dua Gedung RSUD Depok

Senin, 17 April 2017 — 21:05 WIB
Walikota Depok Muahmmad Idris didampingi Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida dan Dirut RSUD setempat Asloe’lah Mardi saat dialog dengan salah satu pasien di ruang inap RSUD setempat.. (anton)

Walikota Depok Muahmmad Idris didampingi Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida dan Dirut RSUD setempat Asloe’lah Mardi saat dialog dengan salah satu pasien di ruang inap RSUD setempat.. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat,  jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok  terus berupaya menuntaskan penyelesaian pembangunan dua gedung, yakni gedung  B dan D, dengan dana sebesar Rp 100 milyar dari APBD tahun 2017.

“Kami terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat dengan baik terutama mempersiapkan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok untuk lebih baik lagi sehingga dapat memperkecil keluhan yang berkaitan terhadap pelayanan medis,” kata Walikota Depok Muhammad Idris,  Senin (17/4).

Ia berbicara hal itu didampingi Ketua TP PKK Depok Elly Farida dan Direktur RSUD Depok dr. Asloe’lah Mardi, saat meninjau dan berkeliling ke sejumlah pasien bertepatan dengan HUT ke-9 RSUD Depok, Senin (17/4).

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dari RSUD ini memang masih perlu banyak penambahan fasilitas dan perbaikannya,  sehingga wajar bila masih ada kendala serta keluhan di lapangan.

Namun, tahun 2018 mendatang bila semua pembangunan dan kelengkapan sarana maupun prasaran yang ada tersedia tentunya dapat memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ruang Inap Jadi 250

Menurut dia, memang keluhan yang terjadi dalam pelayanan di RSUD Depok kebanyakan terkait terhadap ruang inap yang terbatas, peralatan masih kurang dan lainnya sehingga banyak warga Kota Depok yang ingin berobat atau mendapatkan pelayanan harus dirujuk ke RS ke Jakarta atau RS Fatmawati atau lainnya.

Pemkot Depok sendiri terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang diharapkan masyarakat dengan baik seperti penambahan ruang inap dari sekarang hanya 71 unit diharapkan tahun 2018 mencapai 250 ruang inap, ujarnya belum lagi masalah ruang ICU (Intensive Care Unit), NICU (Neonate Intensive Care Unit) dan PICU (Paedatric Intensive Care Unit).

“Termasuk perbaikan atau renovasi kembali bangunan ruang inap gedung C yang mangrak hingga kini tentunya harus diperbaiki dan ditata kembali agar lebih baik dimasa mendatang,” katanya tak terkecuali dalam meningkatran sumber daya manusia (SDM) di RSUD yang ada. (anton/win)