Friday, 21 September 2018

Pemkot Tangsel Diminta Waspadai Pejabat Gunakan Ijazah Palsu

Selasa, 18 April 2017 — 8:10 WIB
Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi. (anton)

Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangeran Selatan (Tangsel) diminta mengevaluasi dan kembali memeriksa sejumlah oknum apartur sipil negara (ASN) yang diduga menggunakan dokumen ijazah palsu atau bodong untuk memperoleh promosi jabatan.

“Kami berharap jajaran Pemkot Tangsel melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) maupun Inspetorat setempat untuk kembali memeriksa ijazah ASN yang diduga dipergunakan untuk meraih promosi jabatan di lingkungan Pemkot Tangsel,” ujar Koordinator Tim Advokasi Lembaga Independen Kajian Publik Tangerang, Romli Sanjaya kepada wartawan Senin (17/4).

Dugaan masih adanya oknum ASN di Kota Tangsel yang nekat mempergunakan ijazah sekolah tinggi llmu administrasi yang telah dibekukan izinnya oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tahun 2016 lalu harus diantisipasi.

Terlebih kegiatan rotasi pejabat yang dilakukan Februari 2017 lalu masih ada dugaan pejabat tersebut mempergunakan ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi sejak tahun 2009 hingga 2014 lalu, katanya bahkan pihaknya sudah melaporkan masalah itu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) termasuk ke kejaksaan jika tak disikapi serius.

Menanggapi adanya permintan evaluasi sejumlah ASN yang ikut promosi jabatan dan diduga menggunakan ijazah palsu atau bodong, Kepala BKPP Kota Tangsel, Apendi, dengan tegas mengatakan secepatnya akan mengecek kembali dokumen ASN yang ada. “Saya akan cek secepatnya. Untuk tindakan nanti akan dilihat dulu serta di cek dulu kebenarannya,” tuturnya. (anton)