Thursday, 21 September 2017

Penjahat Multi Talenta

Selasa, 18 April 2017 — 6:43 WIB
jahat

DIA punya bakat multi talenta, kata seorang memuji artis serba bisa. Artis itu, selain penyanyi dia juga main sinetron, film, melukis, bahkan dia juga penulis. Terakhir malah, sang artis terjun ke dunia bisnis. Macam-macam bisnisnya, buka warung pecel lele sampai jualan pakaian.

Ini yang begini ini, boleh disebut luar biasa! Bayangkan saja satu orang, bisa melakukan apa saja. Main musik, menyanyi bisa. Main film bisa, melukis, bisa,menulis oke, masak bisa juga, dagang juga mampu. Serba bisa.

Orang kalau serba bisa begini, nggak bakalan sengsara hidupnya. Karena, dia bisa terjun kemana saja untuk memperoleh rezeki. Nah, orang kayak begini, biasanya banyak terjadi pada artis.

Lihat saja di dunia keartisan. Ada seorang artis yang sibuk banget sampai nggak ada waktu untuk istirahat. Setiap waktu, nggak ada yang kosong, pagi sudah mengurus bisnis, sore sampai malam syuting, tampil di panggung menyanyi atau jadi host dalam satu acara TV. Pokoknya sibuk banget deh.

Sekali lagi, luar biasa sibuknya. Hemm, ngomong-ngomong sebenarnya yang multi talenta begitu banyak sih, bukan milik artis saja. Pejabat juga ada yang multi talenta. Ada yang punya rangkap jabatan, sebagai pejabat tinggi, juga ketua pertai, ketua lembaga anu, ketua ini itu. Ia juga sebagai direktur utama dalam perusahannya.

Eh, ada juga yang ikutan proyek, sampai terlibat kejahatan. Saking serakahnya, main oke saja ketika ada yang ngajak korupsi!

Ada juga lho, penjahat kelas kecoa yang punya bakat kejahatan multi talenta. Itu ada kasus di daerah, seorang lelaki punya banyak banget jabatan kejahatan yang disandang.

Dia pencuri ulung, bisa mencuri kendaraan motor, mobil, dia juga mencuri kerbau. Ketika kumpul sama pecandu, dia menjual narkoba. Wah, lengkap deh. Habis mencuri motor jadi begal, begitu ke kampung ada kambing, kerbau milik orang lain, dituntun keluar kandang. Katanya sih, cuma menarik tali, tapi ternaknya yang ikut!
Hemm, multi talenta yang bigini ini, jangan ditiru! – massoes