Monday, 24 July 2017

Pusing Istri Melahirkan Adik Ipar Dibuat Bunting

Selasa, 18 April 2017 — 7:06 WIB
sosor

BUN  YANI, 30, memang pekerja serabutan, nafsunya pun serabutan. Pusing bininya habis melahirkan, adik ipar, Umih, 17, dijadikan ajang pelampiasan nafsu. Tak kurang dari 10 kali ABG itu digauli sehingga hamil. Keluarga Umih tidak terima, sehingga Bun Yani ditangkap dan terancam penjara 15 tahun.

Ketika istri baru melahirkan, suami harus berpuasa minimal 40 hari. Setelah itu baru boleh “panen raya” kembali. Tapi banyak lelaki yang tak kuat iman, sehingga memanjakan si “imin” dengan cara lain. Ada yang jajan di tosermat (toko serba nikmat), ada juga nebeng pada bini tetangga. Bahkan banyak pula dan ini sering terjadi, adik ipar yang dijadikan sasaran. Maka tak mengherankan, bagi orang Jawa ipar itu disebut “ipe” karena ternyata memang: iki ya penak (ini enak juga).

Bun Yani warga Sampit Kalimantan Tengah, rupanya termasuk kelompok yang terakhir itu. Ketika pusing karena bini tak mampu lagi melayani seusai melahirkan, dia lalu serabutan cari sasaran ke mana-mana. Mau “jajan” tak punya uang lebih, mau nebeng pada bini tetangga tak punya relasi begitua, akhirnya paling gampang ya adik ipar sendiri.

Awalnya Bun Yani bahagia sekali punya anak pertama. Dia benar-benar telah disebut bapak, pria sejati yang mampu memberikan anak buat istri, sebagai bukti hasil kerjasama nirlaba selama ini. Tapi setelah dua minggu berselang, dia merasa pusing karena lama tak dapat pelayanan syahwat dari istrinya. Biasanya bisa dua kali seminggu sesendok makan, kini sudah separoh bulan gencatan senjata, padahal tak ada seruan dari DK PBB.

Lalu syahwatnya mau disalurkan ke mana? Kalau sembako sih, disebar menjelang Pilkada pasti banyak yang mau nampung. Tapi kalau syahwat, mau dialokasikan ke mana? Ke bini tetangga mana mau, kecuali perempuan gatel dan si lelaki memang punya keahlian lobi soal begituan.

Di kala Bun Yani pusing karena terjadi sedimen nafsu, tiba-tiba ada setan lewat yang rupanya baru saja pulang dari ngompori massa. Melihat buruh serabutan itu termenung dan gelisah, dia langsung tahu apa yang menjadi penyebabya. “Gitu saja kok pusing, ente kan punya adik ipar yang kinclong. Itu saja dimanfaatkan, mana yang ada dulu Bleh…..” kata setan.

“Oh iya,” kata Bun Yani sambil tepuk jidat. Dia benar-benar merasa sebagai kuman di seberang laut tampak, gadis ABG di pelupuk mata tak kelihatan. Berdasarkan petunjuk bapak setan itulah, kemudian Bun Yani mencoba mendekati Umih, adik istrinya. Awalnya menolak, tapi setelah dilobi dengan ancaman, akhirnya Umih pun bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Benar ungkapan bahasa Jawa, ipar itu ternyata memang: iki ya penak (ipe). Lantaran sangat mengasyikkan itulah, lain hari ketika peluang terbuka, Bun Yani kembali nambah. Lagi-lagi karena takut ancaman, Umih hanya pasrah. Begitu yang terjadi, tak terasa sudah lebih dari 10 kali Bun Yani menggarap adik ipar sendiri, dengan DP nol rupiah.

Tahu-tahu Umih hamil. Bingunglah keluarganya, siapa penyandang dananya? Setelah didesak-desak, munuculah pengakuan ABG itu, bla bla bla…… Bun Yani pun ditangkap dan dikenakan pasal 181 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Jaksa penuntutnya bon dari Jakarta, yang kemarin penjarakan pemilik laundry di Jatinegara. (JPNN/Gunarso TS)

Terbaru

Bagi Wenger, Sanchez masih pemain penting untuk Arsenal (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 7:39 WIB
Arsene Wenger : Alexis Sanchez Tidak Akan ke PSG
Sebastian Vettel (reuters)
Senin, 24/07/2017 — 6:53 WIB
Vettel Kemungkinan Hekang dari Ferrari
Pep Guardiola dan Danilo (thesun)
Senin, 24/07/2017 — 6:45 WIB
Danilo Resmi Gabung City