Wednesday, 19 September 2018

Diungkap Modus Baru Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Rabu, 19 April 2017 — 17:36 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM ungkap modus baru dalam pengiriman calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) non-prosedural ke luar negeri.

“Modus itu dengan menggunakan Timor Leste sebagai Jumping Ponint menuju negara tujuan. Praktik ini diungkap oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, ” kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agus Sampurno, di Jakarta, Raabu (19/4).

Sebelum ini, dari catatan Pos Kota, praktik yang digunakan dengan menjadikan Singapuraa atau Malaysia sebagai tempat tujuan sekaligus pintu masuk ke negara lain.

Terakhir, praktik baru dengan menggunakan pesawat pribadi melalui Bandara Halim Perdana Kusuma berhasil diungkap oleh Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.
Praktik ini seringkali dijadikan sindikat internasional untuk mengeruk keuntungan sebanyaknya, dengan memperdagangkan mereka di luar negeri.

DISNAKER

Agung menjelaskan dari pemeriksaan oleh jajaran Imigrasi Kanim Ngurah Rai, diketahui ada 16 CTKI yang digagalkan keberangkatan menuju Timor Leste
“Alasan yang berhasil dihimpun, mereka tidak memiliki rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan instansi terkait lain, ” jelas Agung.

Dari 16 CTKI, enam diantaranya berencana akan berangkat menggunakan Sriwijaya Air Nomor SJ 270 tujuan Dili, Timor Leste, Jumat (7/4). Mereka, adalah DM (laki-laki), O (lk), AS (lk), EM (lk) , AR (lk) dan AN (lk).

Lalu, Sabtu (15/4), pukul 09:00 WITA dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) mencoba berangkat menggunakan penerbangan Nam Air dengan nomor IN280 tujuan Dilli, Timor Leste atas nama SA dan S.

Kemudian, pada hari yang sama pukul 09:45 WITA tujuh orang WNI yang akan berangkat menggunakan penerbangan Sriwijaya Airlines dengan nomor SJ270 tujuan Dilli, Timor Leste. Mereka adalah A, S, M, M, MI, KM dan R. (ahi)