Monday, 23 October 2017

Anies : Program Kami Baru Bisa Dilaksanakan Tahun 2019

Kamis, 20 April 2017 — 20:20 WIB
Anies Rasyid Baswedan

Anies Rasyid Baswedan

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dinyatakan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan menemui petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (20/4/2017) pagi.

Anies mengungkapkan pertemuan itu sebagai pembuka sekaligus mengajak warga kembali bersatu setelah semasa Pilkada DKI Jakarta 2017 sempat terpecah belah.

“Tadi hanya pertemuan pembuka bahwa kita berdua menyadari bahwa selama kampanye kemarin ada dua polar, ada dua barisan pendukung dan sekarang kita satu Jakarta,” ungkap Anies, usai acara syukuran kemenangan, di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) sore.

Selain itu, kata Anies, dalam pertemuannya dengan Ahok juga dibahas soal anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tahun mendatang. Mengingat ada perbedaan siklus tahunan anggaran dengan siklus periode pemerintahan.

Diketahui, hasil quick count sejumlah lembaga menunjukkan, Anies-Sandi menang pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Meski begitu, pelantikannya baru akan dilakukan pada Oktober mendatang atau setelah masa pemerintahan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot berakhir.

Untuk itu, kata Anies, perlu ada pembicaraan soal anggaran untuk menunjang program-program prioritas yang sudah dia janjikan kepada warga Jakarta.

“Dan tadi ketemu awal bersama-sama menyadari tentang perbedaan siklus tahun anggaran dengan siklus periode pemerintahan. Jadi sebagian dari program-program kita itu tentu tidak dimasukkan di dalam RAPBD sekarang, baru bisa dilaksanakan tahun 2019,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

“Karena itu, Pak Basuki dan tim kita, dua tim ini nanti akan kerja bersama untuk memastikan bisa masuk di dalam rancangan yang diajukan,” imbuhnya.

Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 telah dilakukan, Rabu (19/4/2017). Berdasarkan quick count empat lembaga, pasangan Anies-Sandi unggul atas Ahok-Djarot. Berikut hasilnya:

Litbang Kompas:
Ahok-Djarot: 42 persen
Anies-Sandi: 58 persen

PolMark Indonesia:
Ahok-Djarot: 42,44 persen.
Anies-Sandi: 57,56 persen.

LSI Denny JA:
Ahok-Djarot: 42,33 persen.
Anies-Sandi: 57,67 persen.

SMRC:
Ahok-Djarot: 41,94 persen.
Anies-Sandi: 58,06 persen
(julian)