Monday, 24 April 2017

Harga Mobil Hemat BBM Rp 150 Juta, Apa Masih Disebut Murah?

Kamis, 20 April 2017 — 7:40 WIB
Foto istimewa

Foto istimewa

HARGA Kendaraan Bermotor Hemat BBM dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) sudah mencapai Rp150 jutaan. Masih bisakan mobil LGCC ini disebut mobil murah?

Seperti diketahui, saat pertama kali diluncurkan, Daihatsu Ayla Toyota Agya anyar dibandrol mulai harga Rp85 jutaan hingga di bawah harga Rp150 juta. Tapi kini harga baru mobil tersebut sudah di atas Rp100 juta .

Saat ditemui di Karawang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, harga basis (paling rendah) adalah Rp90 juta. “Kalau harga basis tinggi merupakan hak penjualnya dan juga tergantung pilihan dari konsumen.”

Sementara saat dikonfirmasi, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sudirman M R, kemarin menambahkan, harga tersebut dirasa wajar.

Menurut dia, harga Rp150 juta untuk varian tertinggi. Tingginya harga karena adanya penambahan komponen, dan penambahan biaya lainnya.

“KBH2 patokannya kan sudah keluar dari pemerintah, mulai Rp85 juta, tapi ada penyesuaian karena inflasi, dan dari situ ada tambahan 10 persen untuk faktor safety dan ditambah 10 persen lagi mungkin untuk teknologi. Sehingga dengan tren seperti itu, kalau dilihat sampai (varian) yang paling tinggi, penambahan transmisi otomatis, ABS, dan sebagainya itu bisa sampai Rp 150 jutaan,” jelas Sudirman.

KOMPONEN

Hal sama juga dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan.

Menurut dia, penambahan komponen yang menjadikan harga mobil KBH2 mencapai Rp150 juta, dirasa wajar, dan menguntungkan bagi konsumen.

“Dengan harga yang lebih tinggi, komponen mendapat mobil dengan varian yang lebih lengkap. Ini lebih menguntungkan bagi konsumen daripada dia menambah varian sendiri,” ujarnya.

Sejak awal, konsumen sudah ditawarkan opsi tersebut, sehingga jika mobil yang dibeli terjadi sesuatu (rusak) menjadi tanggung jawab si penjual (pabrikan).

“Kalau variannya nambah sendiri kalaudan rusak, penjualnya tidak akan tanggung jawab,” tambahnya.

Putu juga tidak menampik adanya kemungkinan jika harga mobil KBH2 akan melonjak lagi. “Ya harganya akan segitu terus, asal inflasi nggak naik ya harga jualnya nggak naik,” pungkasnya. (tri)