Friday, 24 November 2017

Pemenangnya Warga Jakarta

Kamis, 20 April 2017 — 6:17 WIB
tvvv

BANG JALIL, di tempat tinggalnya, sedang menerima telepon dari seseorang.

“Nggak coblos?”

“Nggak.”

“Lho, kok gitu? Anda sebagai warga jangan gitu dong, acuh tak acuh. Harus memilih jagoan Anda. Dengan begitu berarti turut andil menentukan pemimpin di ibukota ini. Kalau jagoan Anda menang kan berarti Anda turut bangga, tuh pilihan gue jadi gubernur. Nah, kalau begitu nanti Anda bisa menuntut tuh, kalau yang hasil pilihan Anda menyeleweng, tidak seperti apa janji kampanye, tidak amanah!” ujar lawan bicara Bang Jalil, yang entah ada di mana.

Bang Jalil nggak menjawab. Malas. Ribut sama orang yang nggak jelas. Dia menutup HP, sambil matanya menuju layar kaca TV di ruang tengahnya.

“Yang tanya aja nggak mudeng, ya Pak. Kita kan bukan penduduk DKI, masa disuruh nyoblos?” ujar sang istri, sambil menyediakan kopi.

Sudahlah, yang penting sekarang ini kita bantu doa semoga pemilihan gubernur ini sukses dan aman. Siapa pun yang nanti jadi pemimpin untuk Jakarta, kita semua harus mendukung. Sama-sama mengawal kepemimpinannya. Kita tunggu apa yang bakalan dikerjakan, sesuai janji dan harapan rakyat. Tentu saja bukan rakyat ibukota saja, tapi bisa buat contoh daerah lain.

Ingat Jakarta adalah ibukota negeri tercinta. Jadi nggak ada lain, kecuali harus punya pemimpin yang gesit, kuat, tahan banting, jujur, adil dan bijaksana! Buat warga, yang tadinya beda pendapat, sekarang akur. Ingat yang menang adalah warga Jakarta!

“Jangan lagi ada yang ribut di antara kita, Pak?”

“Kalau masih ada yang ribut bakalan rugi sendiri,” ujar Bang Jalil.

“Wah, jagoan Ibu menang!” teriak sang istri sambil tepuk tangan.

Bang Jalil melotot karena dia dan istri beda ‘jago’. – massoes