Monday, 29 May 2017

Saatnya Penuhi Janji

Kamis, 20 April 2017 — 5:23 WIB

PENCOBLOSAN Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4), berlalu sudah. Jutaan warga ibukota sejak pagi hingga siang hari berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menentukan arah Jakarta lima tahun mendatang.

Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta secara resmi belum menetapkan siapa pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang terpilih, tetapi sesuai dengan Quick Count (hasil hitung cepat) dari beberapa lembaga survey, Anies-Sandi berpeluang besar memenangkan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Cuick Count Lembaga Survey Indonesia (LSI) mencatat Paslon Anies-Sandi meraup suara 55, 41%, sedangkan Ahok-Djarot 44, 59%. Quick Count Indikator memenangkan Anies-Sandi 57, 89%, sedangkan Ahok-Djarot 42, 11%. Quick Count Polmark Indonesia mendapatkan suara 57, 53%, sedangkan Ahok-Djarot 42, 47%.

Usai pencoblosan tentu saja warga Jakarta berharap gubernur dan wakil gubernur baru bisa memenuhi janjinya. Sebab warga memilih paslon bukan tanpa maksud. Mereka tentu berharap ketika ada pemimpin baru kehidupannya lebih sejahtera, pembangunan lebih menggeliat, dan kebijakannya lebih berpihak ke publik.

Janji kampanye pilkada adalah bagian dari sarana komunikasi dari calon gubernur dan wakil gubernur untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Karena itu, janji tersebut sudah seharusnya dijalankan paslon terpilih.

Jangan sampai janji yang selama ini digembor-gemborkan seperti penyediaan rumah bagi warga dengan DP 0% hanya sebatas pepesan kosong. Padahal, janji itu mengikat, karena sudah dituangkan dalam visi dan misi yang telah menjadi dokumen KPU DKI Jakarta.

Sesuai dengan dokumen KPU DKI Jakarta, visi Paslon Anies-Sandi yakni Jakarta kota maju dan beradab dengan seluruh warga merasakan keadilan dan kesejahteraan. Sedangkan misi calon gubernur dan wakil gubernur ini yakni:

– Membangun manusia Jakarta menjadi warga yang berdaya dengan menghadirkan kepemimpinan humanis serta mengayomi, penggerak birokrasi yang efektif, menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga bahan pokok, membangun sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan serta menyelesaikan masalah-masalah sosial.

– Membangun lingkungan kota Jakarta secara berkelanjutan dengan perencanaan yang memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.

– Membangun kesejahteraan dengan menciptakan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan penanggulangan masalah mobilitas warga kota.

Selain memenuhi janji kampanye, gubernur dan wakil gubernur terpilih harus bisa bekerja lebih baik. Mereka juga harus merangkul kompetitornya, lawan politiknya, dan melayani semua warga Jakarta baik yang memilih maupun tidak memilih. Bila semua pihak bersatu padu membangun Jakarta, maka kesejahteraan warga diharapkan bisa terdongkrak. Segeralah rekonsilasi, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga. @*