Monday, 29 May 2017

Siswa Dihukum karena Membotaki Kepala untuk Solidaritas Kanker

Kamis, 20 April 2017 — 23:47 WIB
Rambut Taylor Jones sebelum dicukur habis untuk kegiatan amal.

Rambut Taylor Jones sebelum dicukur habis untuk kegiatan amal.

INGGRIS– Taylor Jones, remaja asal Cornwall, Inggris, tidak diizinkan masuk kelas gara-gara mencukur habis kepalanya untuk sebuah badan amal kanker.

Saat kembali dari liburannya, siswa sekolah berusia 15 tahun itu diberitahu oleh pihak sekolah bahwa ‘gaya rambutnya yang ekstrem’ tidak pantas.

Tempat Taylor bersekolah, Launceston College, di Cornwall, mengutarakan bahwa siswa itu hanya bisa belajar di ‘kelas tambahan khusus’ selama empat hari sampai rambutnya tumbuh kembali.

Namun ibunda Taylor, Lesley Jones, mengatakan bahwa putranya tidak semestinya dihukum karena ia berusaha membantu orang lain.

Terinspirasi oleh teman

Lesley Jones mengatakan alasan anaknya menggunduli kepalanya karena ia ingin menggalang dana untuk lembaga yang menangani kanker, Cancer Research UK setelah salah seorang temannya didiagnosis menderita kanker stadium akhir.

Ia sudah menumbuhkan rambutnya selama berbulan-bulan sebagai persiapan untuk acara yang direncanakannya berlangsung bulan Juni mendatang.

Tapi sang ibu mengatakan bahwa ia dan suaminya menyarankan Taylor untuk menggunduli rambutnya itu tepat pada perayaan Paskah, karena rambutnya sudah terlalu panjang hingga menutupi mukanya.

botak

Penampilan Taylor sesudah menggunduli kepalanya.

Namun, saat ia kembali masuk sekolah Taylor disuruh untuk belajar di di sebuah ‘ruang khusus,’ keluh Lesley Jones.

“Setiap tempat memang memiliki peraturan, tapi saya pikir dalam situasi seperti ini, seharusnya pihak sekolah bisa membuat pengecualian.” tutur Lesley Jones menyesalkan tindakan sekolah.

“Mereka bisa memanggil Taylor, melakukan pembicaraan dan menghargai apa yang sudah dilakukan Taylor, lalu memberitahunya bahwa potongan rambut ini tidak sesuai untuk sekolah.”

‘Gaya rambut ekstrem’

Launceston College mengatakan bahwa Taylor akan mengikuti kelas khusus selama empat hari, jadi ia tidak bisa belajar di kelas yang biasanya ia ikuti.

Kepala Sekolah Bryan Maywood mengatakan, “Setelah periode ini dilewati, rambutnya tidak lagi dianggap sebagai gaya rambut yang ekstrem, ia akan kembali mengikuti pelajaran di kelas seperti biasa.”

Menurut pihak sekolah, sebelum libur Taylor sudah diberi tahu agar rambutnya dicukur “sangat pendek namun dengan potongan yang masih bisa diterima”.

Kepala Sekolah mengatakan bahwa Taylor malah ‘melakukan hal yang bertentangan dengan saran ini’ dengan ‘memangkas luar biasa pendeng persis sebelum kembali masuk sekolah.’ (BBC)