Monday, 20 November 2017

Usia Masih Begitu Muda Tapi Berbakat Poligami

Kamis, 20 April 2017 — 1:45 WIB
bujang

USIA Maksum baru 24 tahun, tapi semangat poligaminya begitu tinggi. Khawatir minta izin kawin lagi tak diberi, dia nekat memalsukan dokumen sehingga menjadi perjaka kembali. Yang kasihan tentu saja Ny. Melani, 25, dan anaknya, ditelantarkan suami gara-gara ditinggal kawin lagi dengan modal dokumen abal-abal.

Jika lelaki isi otaknya selangkangan melulu, punya bini satu tidaklah cukup. Dia ingin merasakan yang lain lagi. Tapi kan tidak semudah itu untuk bisa poligami. Sebab syarat-syarat UU Perkawinan mewajibkan, harus ada izin dari istri. Jika tidak, tidak mungkin terlaksana, kecuali kemudian menghalalkan segala cara, tak peduli harus palsukan dokumen ini dan itu.

Kelakuan Maksum warga Cianjur Jabar, persis seperti itu. Usia masih begitu muda, sudah punya bakat yang menonjol untuk berkoleksi bini. Anak di rumah baru berusia 2 tahun, sudah tergoda pada perempuan lain. Bagaimana dengan istrinya? “Ya dimadu, begitu saja kok repot,” kata batin Maksum.

Maksum memang baru kasmaran dengan Nengsih, 20, tetangga desa lain kecamatan. Dia juga siap menjadi istri Maksum, dimadu juga tak masalah asalkan dikawin resmi di KUA, bukan kawin siri. Sebab gadis itu tahu, kawin siri itu hanya enak di lelaki, tapi menderita bagi wanitanya. Lelaki enak, karena bisa kencing enak. Tapi perempuan yang menderita, sebab dia tak punya hak waris atas harta suami.

Jika cinta sudah kebelet, tak ada gunung dan lautan yang bisa merintangi. Dia pun lalu bekerja sama dengan oknum kelurahan di suatu desa, minta dibuatkan KK baru, sehingga seakan-akan dirinya masih bujangan. Dengan imbalan sejumlah uang, oknum itu mau melayani, sehingga terbitlah KK seakan-akan Maksum perjaka tingting, padahal sudah biasa tingkrang-tingkring.

Dengan data KK palsu, KUA pun siap memproses dan jadilah Maksum menikah dengan Nengsih. Skandal ini terungkap ketika penghasilan Maksum buat keluarga di rumah makin menyusut. Maklum, gaji yang tidak besar harus dibagi dua dapur. Melani pun mengadakan penyelidikan, hasilnya ditemukan bukti bahwa suaminya kawin lagi.

Kok bisa? Melani minta tolong pamannya untuk mengadakan pengusutan. Ternyata memang ada surat KK dan KTP yang dipalsukan. Semua dokumen yang ada di KUA dan kelurahan semuanya abal-abal. KUA dan Kelurahan juga tak mau disalahkan, karena pemalsuan yang dilakukan Maksum rapi sekali. Kini sedang diusut, siapa oknum kelurahan yang suka main akal-akalan itu.

Nikah pakai surat palsu, tapi auratnya asli. (JPNN/Gunarso TS)