Wednesday, 26 April 2017

180 Karateka Pemegang Sabuk Hitam Digembleng

Jumat, 21 April 2017 — 14:47 WIB
Ketua Umum PP Perguruan Amura Karate-do Indonesia, Ucok Marisi Zainudin Sihotang, (berdiri depan) mencontohkan gerakan kepada peserta AMC 2017 (prihandoko)

Ketua Umum PP Perguruan Amura Karate-do Indonesia, Ucok Marisi Zainudin Sihotang, (berdiri depan) mencontohkan gerakan kepada peserta AMC 2017 (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 180 karateka pemegang sabuk hitam digembleng agar lebih memiliki karakter cerdas dan trampil dengan mengikuti Amura Master Camp 201, di GOR Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

“Selain mengasah teknik dan strategi ilmu beladiri, Pengurus Pusat Perguruan Amura Karate-do Indonesia mengelar Master Camp 2017 untuk menciptakan karateka Cerdas, Terampil dan Disiplin. Itu salah satu sebab makanya kami mendatangkan instrktur karate internasional asal Jepang Tatsuya Naka yang juga ahli martial art.,” kata Ketua Umum PP Perguruan Amura Karate-do Indonesia, Ucok Marisi Zainudin Sihotang, kepada wartawan, Jumat (21/4).

Tatsuya (52 tahun) masih tercatat sebagai pelatih di Japan Karate Association (JKA). Pemilik DAN 7 JKA itu juga aktor yang sudah membintangi beberapa film karate laris di Jepang, seperti Kuro Obi (Black Belt pada 2007) dan High Kick Girl (2009).

“Amura Master Camp digelar untuk mengasah kemampuan dan memberikan inovasi pada karateka Indonesia, khususnya karateka Amura. Kegiatan ini akan fokus pada pembekalan materi yang mencakup teknik kemampuan bertanding karate,” tutur Ucok.

Ditambahkan Ucok, secara khusus ajang ini upaya mempersiapkan karateka Amura untuk tampil di pentas dunia. Baik lewat kegiatan-kegiatan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) maupun dalam kegiatan Japan Karate Association (JKA).

Penyelenggaraan Master Camp Amura 2017 kali ini merupakan yang keempat kalinya rutin digelar setiap dua tahun sekali. “Kami juga melakukan sertifikasi pelatih dan ujian DAN. Kegiatan inti dari Master Camp ini adalah penyeragaman teknik sabuk hitam lewat Gashuku, serta seminar dan latihan yang dipandu langsung pelatih asal Jepang, Sensei Tatsuya Naka,” terang Ucok.

Terkait hadirnya pelatih asal Jepang, Ucok berharap transfer ilmu bisa diberikan kepada karateka di Indonesia. Sensei Tatsuya Naka mentransfer ilmu dan pengalaman besarnya di dunia karate kepada para karateka pemegang sabuk hitam dan khusunya dari Amura. Ini menjadi bekal bagi para karateka Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi event-event besar karate.
(prihandoko/sir)